Keuangan

BI Soroti Kuatnya Ekspor Nonmigas di Balik Surplus Neraca Perdagangan 67 Bulan Beruntun

Bank Indonesia (BI) menyatakan surplus neraca perdagangan Indonesia sebesar 2,66 miliar dollar AS pada November 2025 memberikan dukungan signifikan bagi perekonomian nasional. Capaian ini sekaligus memperpanjang tren positif neraca perdagangan selama 67 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa kinerja neraca perdagangan yang konsisten ini berperan krusial dalam menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. “Ke depan, BI terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna meningkatkan ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Denny dalam keterangan tertulis pada Senin (5/1/2026).

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Surplus Nonmigas Jadi Penopang Utama

Menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), surplus perdagangan pada November 2025 tercatat lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya, Oktober 2025, yang sebesar 2,39 miliar dollar AS. Peningkatan surplus ini, pantauan Mureks, sebagian besar bersumber dari kinerja perdagangan nonmigas.

Neraca nonmigas menunjukkan peningkatan surplus menjadi 4,64 miliar dollar AS. Angka ini sejalan dengan tetap kuatnya ekspor nonmigas yang mencapai 21,64 miliar dollar AS.

Ekspor nonmigas didominasi oleh komoditas berbasis sumber daya alam. Komoditas utama yang menjadi penopang meliputi logam mulia dan perhiasan atau permata, nikel dan barang daripadanya, serta bahan bakar mineral. China, Amerika Serikat, dan India tercatat sebagai kontributor utama tujuan ekspor nonmigas Indonesia.

Defisit Sektor Migas

Di sisi lain, neraca perdagangan sektor migas masih mencatat defisit. Pada November 2025, defisit migas meningkat menjadi 1,98 miliar dollar AS. Kondisi ini terjadi seiring dengan kenaikan impor migas di tengah penurunan ekspor migas.

Meskipun demikian, secara keseluruhan, tim redaksi Mureks mencatat bahwa surplus neraca perdagangan yang berkelanjutan ini menjadi indikator positif bagi stabilitas ekonomi Indonesia di tengah dinamika global.

Mureks