Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, berhasil mengukuhkan posisinya sebagai daerah penghasil beras nomor satu nasional pada awal tahun 2026. Pencapaian gemilang ini ditandai dengan penghargaan langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Askolani.
Wakil Bupati Banyuasin, Netta Indian, menyatakan bahwa keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen daerah dalam mendukung ketahanan pangan. “Pencapaian target tersebut dibuktikan dengan penghargaan Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Askolani atas keberhasilan meningkatkan produksi beras mengungguli Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat,” ujar Netta Indian di Pangkalan Balai, Jumat (9/1).
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Banyuasin Ungguli Daerah Lain dalam Produksi Beras
Berdasarkan data produksi sepanjang tahun 2025, Kabupaten Banyuasin menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan produksi beras tertinggi. Catatan Mureks menunjukkan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, berada di posisi kedua, diikuti oleh Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Sumatera Selatan, di posisi ketiga.
Saat ini, Kabupaten Banyuasin dikenal sebagai penghasil gabah terbesar di Indonesia, dengan capaian produksi di atas satu juta ton beras. Untuk mempertahankan dan memperkuat posisi ini, Pemerintah Kabupaten Banyuasin berencana melanjutkan program optimalisasi lahan dan pencetakan sawah baru.
Strategi Peningkatan Produksi dan Ketahanan Pangan
Netta Indian menjelaskan, upaya optimalisasi lahan sawah akan terus digalakkan, termasuk mendorong para petani untuk meningkatkan intensitas tanam padi menjadi dua hingga tiga kali dalam setahun. Selain itu, Pemkab Banyuasin juga menargetkan penambahan luas lahan sawah yang saat ini sekitar 230 ribu hektare.
Ribuan hektare sawah baru direncanakan akan dicetak di sejumlah desa hingga akhir tahun 2026. “Melalui upaya tersebut diharapkan Kabupaten Banyuasin dapat memperkuat ketahanan pangan nasional dan Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP),” harap Wabup Netta Indian.






