Nasional

Bank Mandiri Salurkan KUR Rp40,99 Triliun Sepanjang 2025, Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bank Mandiri berhasil menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp40,99 triliun sepanjang tahun 2025, menjangkau 355.658 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia. Capaian ini menegaskan komitmen perseroan dalam mendukung penguatan ekonomi kerakyatan, yang menjadi pilar utama perekonomian nasional.

Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa penyaluran KUR ini merupakan bukti nyata sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat. “Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing,” ujar Riduan dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 10 Januari 2026.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Dari sisi kualitas, portofolio KUR Bank Mandiri tetap terjaga di level optimal, dengan tingkat kredit bermasalah di bawah 1 persen. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi penyaluran yang diterapkan oleh bank berlogo pita emas tersebut.

Dominasi Sektor Produksi Dorong Ketahanan Pangan dan Industri

Penyaluran KUR Bank Mandiri pada 2025 selaras dengan fokus pemerintah untuk membangun ekonomi kerakyatan. Catatan Mureks menunjukkan, penyaluran KUR sepanjang 2025 didominasi oleh sektor produksi, mencapai 61,54 persen atau senilai Rp25,13 triliun.

Secara rinci, sektor-sektor produksi yang menjadi prioritas antara lain:

  • Sektor pertanian, sebagai pilar ketahanan pangan nasional, menyerap pembiayaan sebesar Rp12,75 triliun atau setara 31,23 persen dari total penyaluran KUR Bank Mandiri.
  • Sektor jasa produksi tercatat sebesar Rp8,76 triliun atau 21,45 persen.
  • Sektor industri pengolahan menerima Rp3,03 triliun atau 7,43 persen.
  • Sektor perikanan mendapatkan Rp562 miliar atau 1,38 persen.

“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” tambah Riduan.

Strategi Berbasis Ekosistem dan Digitalisasi

Dalam upaya menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale, khususnya pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah. Melalui strategi closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai terus dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.

Selain itu, Bank Mandiri konsisten melayani kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen (Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri) yang tersebar di berbagai ekosistem bisnis pelaku UMKM. Program ini turut dibarengi dengan edukasi layanan keuangan dan literasi digital agar pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara inklusif dan modern.

Akselerasi Dukungan Pemerintah di Tahun 2026

Ke depan, Bank Mandiri menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR pada tahun 2026. Komitmen tersebut dijalankan melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem, lewat sinergi antar Mandiri Group yang terintegrasi.

Riduan menilai, program yang diorkestrasi oleh pemerintah ini diyakini dapat memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan. Dengan pertumbuhan bisnis yang sejalan dengan penguatan sektor riil, Bank Mandiri diharapkan dapat terus meningkatkan daya saing, memperkuat fundamental usaha, serta tumbuh secara berkelanjutan sebagai bank nasional yang unggul.

“Melalui kolaborasi yang erat dengan pemerintah serta dukungan ekosistem yang terdigitalisasi, kami memastikan penyaluran KUR dapat dilakukan secara tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Riduan.

Mureks