Bank Mandiri mencatat penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) mencapai Rp 40,99 triliun sepanjang tahun 2025. Dana tersebut disalurkan kepada 355.658 pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di seluruh Indonesia, menegaskan komitmen bank berkode saham BMRI ini dalam memperkuat sektor produktif dan mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan.
Penyaluran KUR ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah Presiden Prabowo, yang berfokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan ketahanan ekonomi nasional. Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menyatakan bahwa dukungan ini merupakan bukti sinergi antara pemerintah, perbankan, dan sektor usaha dalam mengakselerasi pertumbuhan ekonomi berbasis rakyat.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Dukungan Pemberdayaan UMKM
Riduan menekankan bahwa program KUR bukan sekadar pembiayaan, melainkan upaya pemberdayaan. “Dukungan KUR ini bukan hanya tentang pembiayaan, tetapi juga tentang pemberdayaan. Melalui akses modal yang lebih luas, kami ingin membantu pelaku UMKM memperkuat kapasitas produksi, memperluas lapangan pekerjaan, dan meningkatkan daya saing. Inilah wujud Sinergi Majukan Negeri yang kami jalankan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan resmi pada Kamis (8/1), merujuk pada data per Desember 2025.
Dari sisi kualitas, portofolio KUR Bank Mandiri tetap terjaga optimal dengan tingkat kredit bermasalah (NPL) di bawah 1 persen. Hal ini menunjukkan efektivitas strategi penyaluran dan pengawasan yang diterapkan oleh perseroan.
Dominasi Sektor Produksi
Penyaluran KUR Bank Mandiri sepanjang 2025 didominasi oleh sektor produksi, yang menyerap 61,54 persen atau senilai Rp 25,13 triliun dari total pembiayaan. Fokus ini selaras dengan upaya pemerintah dalam membangun ekonomi kerakyatan yang kuat dan mandiri.
Catatan Mureks menunjukkan, sektor pertanian menjadi pilar utama ketahanan pangan nasional, menyerap pembiayaan terbesar dengan Rp 12,75 triliun atau setara 31,23 persen dari total KUR yang disalurkan. Berikut adalah rincian penyaluran KUR Bank Mandiri ke sektor produksi:
- Sektor Pertanian: Rp 12,75 triliun (31,23%)
- Sektor Jasa Produksi: Rp 8,76 triliun (21,45%)
- Sektor Industri Pengolahan: Rp 3,03 triliun (7,43%)
- Sektor Perikanan: Rp 562 miliar (1,38%)
“Melalui skema pembiayaan yang berkelanjutan ini, kami berkomitmen untuk berperan aktif dalam mendorong pergerakan perekonomian nasional, khususnya pada sektor produksi,” tambah Riduan.
Strategi Berbasis Ekosistem dan Literasi Digital
Untuk menjaga kualitas penyaluran KUR, Bank Mandiri menerapkan pendekatan pembiayaan berbasis ekosistem yang terintegrasi dengan nasabah turunan wholesale. Strategi ini berfokus pada sektor-sektor produksi unggulan di berbagai daerah. Melalui pendekatan closed-loop, sinergi antara nasabah wholesale, pelaku UMKM, dan mitra usaha dalam satu rantai nilai terus dioptimalkan guna meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan bisnis.
Selain itu, Bank Mandiri juga konsisten melayani kebutuhan transaksi harian dan pembayaran angsuran debitur KUR melalui Mandiri Agen, atau yang dikenal sebagai Agen Laku Pandai Mitra Bank Mandiri. Agen-agen ini tersebar luas di berbagai ekosistem bisnis pelaku UMKM. Program ini turut dibarengi dengan edukasi layanan keuangan dan literasi digital, bertujuan agar pelaku usaha dapat mengelola keuangan secara inklusif dan modern.
Komitmen Berkelanjutan untuk 2026
Ke depan, Bank Mandiri menyatakan kesiapannya untuk mendukung upaya pemerintah dalam mengakselerasi penyaluran KUR pada tahun 2026. Komitmen ini akan dijalankan melalui penguatan strategi pembiayaan berbasis ekosistem, lewat sinergi antar Mandiri Group yang terintegrasi. Riduan optimistis bahwa program yang diorkestrasi oleh pemerintah ini akan memberikan nilai tambah bagi kinerja perseroan, sekaligus meningkatkan daya saing, memperkuat fundamental usaha, dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan sebagai bank nasional yang unggul.






