Internasional

Aset Industri Asuransi Komersial Tembus Rp 971,22 Triliun per November 2025, Multifinance Ikut Tumbuh

Kinerja sektor keuangan non-bank menunjukkan geliat positif hingga akhir November 2025. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, total aset industri asuransi komersial berhasil menembus angka Rp 971,22 triliun. Angka ini menjadi indikator kuat stabilitas dan pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi.

Selain aset, total pendapatan premi yang berhasil dihimpun oleh industri perasuransian secara keseluruhan mencapai Rp 297,88 triliun. Catatan Mureks menunjukkan, capaian ini merefleksikan kepercayaan publik dan efektivitas strategi bisnis yang diterapkan oleh para pelaku industri.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Performa Asuransi Jiwa: Tradisional Menguat, Unit Link Melambat

Secara lebih spesifik, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) melaporkan bahwa pendapatan premi dari produk asuransi tradisional menunjukkan pertumbuhan positif hingga kuartal ketiga tahun 2025. Hal ini menandakan preferensi konsumen yang masih kuat terhadap produk-produk dengan karakteristik perlindungan dasar yang jelas.

Namun, tren berbeda terlihat pada produk Unit Link atau Produk Asuransi yang Dikaitkan Investasi (PAYDI). Pendapatan premi dari PAYDI terpantau lebih rendah dibandingkan dengan capaian pada tahun sebelumnya. Kondisi pasar investasi yang fluktuatif mungkin menjadi salah satu faktor yang memengaruhi performa segmen ini.

Industri Multifinance Tumbuh Solid

Tidak hanya asuransi, industri perusahaan pembiayaan atau multifinance juga menunjukkan kinerja yang solid. Menurut pantauan Mureks, OJK membeberkan bahwa outstanding pembiayaan di industri ini mencapai Rp 506,82 triliun pada akhir November 2025. Angka ini merepresentasikan kenaikan sebesar 1,09% dibandingkan periode sebelumnya.

Pertumbuhan outstanding pembiayaan ini mengindikasikan peningkatan aktivitas ekonomi dan kebutuhan masyarakat akan fasilitas pembiayaan untuk berbagai keperluan, mulai dari kendaraan hingga modal usaha. Data ini dirangkum dalam program Power Lunch CNBC Indonesia yang tayang pada Jumat, 09 Januari 2026.

Mureks