LONDON – Arsenal menyia-nyiakan kesempatan emas untuk memperlebar jarak di puncak klasemen Liga Inggris. Bertanding di Stadion Emirates pada Jumat (9/1) dini hari WIB, The Gunners hanya mampu bermain imbang tanpa gol melawan Liverpool dalam laga sengit yang diwarnai cuaca ekstrem.
Hasil seri ini membuat Arsenal gagal memperlebar keunggulan menjadi delapan poin. Meski demikian, tim asuhan Mikel Arteta tetap mempertahankan posisi teratas di tabel klasemen sementara. Sementara itu, Liverpool, salah satu dari dua tim yang berhasil mengalahkan Arsenal musim ini, nyaris mencuri kemenangan.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Peluang Emas Terbuang di Emirates
Peluang terbaik bagi tim tamu datang melalui sepakan lob Conor Bradley yang membentur mistar gawang, menjadi momen paling berbahaya sepanjang pertandingan. Mureks mencatat bahwa ini adalah kali pertama Arsenal gagal mencetak gol di kandang sendiri musim ini. Namun, satu poin sudah cukup bagi Arsenal untuk memperlebar jarak menjadi enam poin atas Manchester City yang berada di posisi kedua.
Tiga hasil imbang beruntun yang diraih Manchester City dalam sepekan terakhir sejatinya membuka jalan lebar bagi Arsenal untuk semakin mendekat pada gelar liga pertama mereka dalam 22 tahun terakhir. Antusiasme tinggi sempat terasa di Emirates sebelum kick-off, namun duel antara juara bertahan dan kandidat kuat juara musim ini justru berjalan datar.
Kondisi cuaca juga turut memengaruhi jalannya laga. Hujan deras dan angin kencang akibat badai Goretti membuat kedua tim kesulitan mengembangkan permainan terbaik mereka. Liverpool sendiri telah lama tersingkir dari persaingan gelar sejak menaklukkan Arsenal di Anfield pada Agustus lalu. Meski demikian, The Reds kini mencatat 10 laga tak terkalahkan dan semakin memantapkan posisi di empat besar.
Babak Pertama: Liverpool Nyaris Unggul
Sepanjang 45 menit pertama, Liverpool lebih banyak berada di bawah tekanan. Namun, justru mereka yang hampir memecah kebuntuan sebelum turun minum. Umpan balik William Saliba nyaris berakibat fatal ketika David Raya keluar dari posisinya. Beruntung bagi Arsenal, lob Bradley hanya menghantam sisi bawah mistar gawang.
Babak Kedua: Dominasi Liverpool dan Perubahan Taktik Arsenal
Memasuki babak kedua, situasi pertandingan berbalik. Liverpool tampil lebih dominan dalam penguasaan bola dan wilayah permainan. Namun, absennya tiga ancaman utama di lini depan—Alexander Isak dan Hugo Ekitike yang cedera, serta Mohamed Salah yang membela negaranya di Piala Afrika—terasa jelas mengurangi daya gedor mereka.
Minimnya ancaman dari lini serang membuat Arsenal relatif aman, kecuali dari kecepatan Jeremie Frimpong yang beberapa kali merepotkan pertahanan tuan rumah, meski tanpa umpan akhir yang mematikan. Dominik Szoboszlai hampir mengulang gol tendangan bebas spektakulernya seperti pada pertemuan terakhir kedua tim, tetapi kali ini bola melayang tipis di atas sasaran.
Di kubu Arsenal, Viktor Gyokeres kembali tampil mengecewakan. Mikel Arteta akhirnya menarik penyerang Swedia itu keluar, sementara puasa golnya dari permainan terbuka kini mencapai 10 pertandingan. Arteta kemudian memaksimalkan opsi dari bangku cadangan dengan memasukkan Gabriel Jesus, Noni Madueke, Eberechi Eze, dan Gabriel Martinelli demi memburu gol kemenangan.
Namun, Arsenal baru mencatatkan tembakan tepat sasaran pertama di babak kedua pada masa tambahan waktu, saat Jesus dan Martinelli gagal menaklukkan kiper Alisson Becker. Tambahan satu poin ini membuat Liverpool yang berada di peringkat keempat kini unggul tiga poin atas Newcastle United dan Manchester United dalam persaingan ketat memperebutkan tiket Liga Champions musim depan.






