Arsenal gagal memaksimalkan keuntungan bermain di kandang sendiri saat menjamu Liverpool pada pekan ke-21 Liga Inggris 2025/2026. Laga yang digelar di Emirates Stadium, Jumat (9/1/2026) dini hari WIB, berakhir tanpa gol setelah kedua tim saling jual beli serangan.
Meskipun menciptakan sejumlah peluang sepanjang 90 menit, penyelesaian akhir yang kurang efektif dari kedua kubu membuat skor kacamata bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Arsenal sempat mengancam melalui Bukayo Saka dan Martin Odegaard, sementara Liverpool memiliki kans lewat Dominik Szoboszlai dan Conor Bradley.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Tambahan satu poin ini membuat Arsenal tetap nyaman di puncak klasemen sementara dengan raihan 49 poin. Di sisi lain, Liverpool juga tidak beranjak dari posisi keempat dengan koleksi 35 angka.
Babak Pertama: Alisson Tampil Gemilang Gagalkan Peluang Arsenal
Sejak awal pertandingan, Arsenal langsung menunjukkan agresivitas dengan menguasai bola dan melancarkan tekanan ke pertahanan Liverpool. Martin Odegaard menjadi pemain pertama yang mencoba peruntungan lewat tembakan jarak jauh, namun upayanya berhasil diblokir barisan belakang tim tamu.
Ancaman serius kembali datang dari sisi kanan melalui Bukayo Saka. Sepakan keras winger Inggris itu mengarah ke sudut gawang, tetapi kiper Alisson Becker bereaksi cepat untuk menggagalkan peluang emas tuan rumah. Liverpool tidak tinggal diam dan mengandalkan skema serangan balik cepat. Conor Bradley hampir mencetak gol pembuka lewat tembakan dari luar kotak penalti yang sayangnya hanya membentur mistar gawang.
Menjelang turun minum, Declan Rice mendapatkan kesempatan dari bola liar di depan kotak penalti. Namun, Alisson kembali tampil solid dengan melakukan penyelamatan krusial, membuat skor tetap 0-0 hingga jeda pertandingan.
Babak Kedua: Intensitas Meningkat, Gol Tak Kunjung Datang
Memasuki paruh kedua, Arsenal kembali mengambil inisiatif serangan. Jurrien Timber mencoba menusuk dari sisi kanan pada menit ke-47, tetapi pergerakannya berhasil dipatahkan sebelum memasuki area berbahaya. Kombinasi Leandro Trossard dan Martin Zubimendi sempat membuka ruang di lini belakang Liverpool. Namun, upaya Zubimendi menembus kotak penalti pada menit ke-57 masih dapat diantisipasi dengan baik.
Liverpool perlahan meningkatkan intensitas permainan dan lebih sering menguasai bola di area Arsenal. Dominik Szoboszlai memperoleh beberapa peluang, termasuk dari situasi bola mati, tetapi belum mampu mengubah papan skor. Peluang terbaik di menit akhir hadir bagi Arsenal melalui sundulan Gabriel Jesus dan Gabriel Magalhaes pada masa injury time. Sayangnya, bola belum mau masuk ke gawang dan laga akhirnya berakhir imbang tanpa gol.
Statistik Pertandingan Arsenal vs Liverpool
Mureks mencatat bahwa pertandingan ini diwarnai dengan dominasi penguasaan bola tipis oleh Liverpool, namun Arsenal lebih banyak menciptakan tembakan tepat sasaran.
| Statistik | Arsenal | Liverpool |
|---|---|---|
| Penguasaan Bola | 48% | 52% |
| Tembakan | 9 | 8 |
| Tembakan Tepat Sasaran | 4 | 0 |
| Pelanggaran | 10 | 9 |
| Sepak Pojok | 3 | 0 |
| Offside | 2 | 1 |
| Kartu Kuning | 2 | 2 |
| Kartu Merah | 0 | 0 |
Susunan Pemain
Arsenal (4-3-3):
David Raya; Jurrien Timber, William Saliba, Gabriel, Piero Hincapie; Martin Zubimendi, Declan Rice, Martin Odegaard; Bukayo Saka, Viktor Gyokeres, Leandro Trossard.
Pelatih: Mikel Arteta
Liverpool (4-2-3-1):
Alisson; Milos Kerkez, Virgil van Dijk, Ibrahima Konate, Conor Bradley; Alexis Mac Allister, Ryan Gravenberch; Florian Wirtz, Dominik Szoboszlai, Jeremie Frimpong; Cody Gakpo.
Pelatih: Arne Slot






