Jumat, 02 Januari 2026 – Apple, raksasa teknologi global, menghadapi tantangan krusial di sektor kecerdasan buatan (AI) menjelang perayaan ulang tahun ke-50 perusahaan pada tahun 2026. Setelah gagal memenuhi janji peluncuran Siri versi super canggih berbasis AI pada Maret tahun lalu, Apple kini menyatakan berada di jalur yang tepat untuk mewujudkan inovasi tersebut di tahun baru ini.
Taruhannya sangat besar. Kegagalan Apple dalam pengembangan AI sepanjang tahun 2025 telah menciptakan tekanan ekstra untuk menghadirkan pengalaman AI yang revolusioner di perangkat iPhone. Jika kembali gagal, persepsi bahwa Apple tertinggal jauh dari pesaing akan semakin kuat, berisiko kehilangan kendali atas komputasi masa depan kepada rival seperti Google atau OpenAI.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Selain itu, Apple juga harus membuktikan kepada para investor bahwa teknologi AI mampu menghasilkan pertumbuhan penjualan yang signifikan, setelah bertahun-tahun mengalami stagnasi pasca pandemi. Tahun 2025 memang merupakan periode yang berat bagi perusahaan ini. Dengan pelantikan Presiden Donald Trump, Apple menjadi salah satu perusahaan teknologi besar yang paling rentan terhadap rencana kebijakan tarifnya.
Perjalanan Berat Apple di Tahun 2025
Pertanyaan besar mengenai AI mulai muncul. Apple sempat meluncurkan fitur terbatas untuk Apple Intelligence, namun pembaruan sesungguhnya, yaitu Siri berbasis AI, yang dijadwalkan meluncur pada awal 2025, tidak kunjung tiba. Saham Apple sempat mencapai rekor tertinggi karena antisipasi terhadap pengalaman AI terobosan yang akan tertanam di iPhone.
Namun, pengembangan AI tersebut tertunda karena Apple disibukkan dengan isu tarif. Butuh waktu berbulan-bulan bagi CEO Apple, Tim Cook, untuk merayu Presiden Trump dengan janji investasi sebesar USD 600 miliar di Amerika Serikat selama empat tahun. Mureks mencatat bahwa taktik negosiasi tersebut berhasil. Trump membatalkan tuntutan agar Apple memproduksi iPhone di AS dan memberikan keringanan tarif. Dengan selesainya masalah tarif, saham Apple melonjak hingga 35%.
Fokus Perbaikan AI dan Harapan 2026
Kini, Apple harus segera menyelesaikan masalah AI-nya. Setelah eksodus beberapa petinggi, termasuk bos AI John Giannandrea, Apple menyatakan telah memiliki tim yang solid dan siap untuk menghadirkan pemutakhiran Siri pada tahun 2026.
Apple membutuhkan Siri baru ini untuk tampil luar biasa. Bukan sekadar cukup baik untuk menandingi kemampuan chatbot populer seperti ChatGPT dan Gemini, tetapi juga harus cukup meyakinkan agar pengguna iPhone lama bersedia melakukan peningkatan perangkat demi mencobanya. Pengguna membutuhkan iPhone 15 Pro atau model yang lebih baru untuk dapat menggunakan Apple Intelligence.
Inilah dasar optimisme investor setahun lalu, bahwa Apple Intelligence, terutama versi baru Siri, akan memukau sehingga mendorong pembelian iPhone baru. Sayangnya, hal itu tidak terjadi di tahun 2025, namun diharapkan terwujud di tahun 2026 ini. Bagi investor, ini adalah pertaruhan terbaik untuk melihat lonjakan saham Apple berkat AI. Ini juga membuka peluang bagi Apple untuk meluncurkan produk perangkat keras baru, seperti kacamata pintar.
Apple jarang mengalami kegagalan seperti yang terjadi pada pengembangan AI ini. Beruntung, ini masih merupakan tahap awal dalam dunia AI. Melalui jajaran iPhone 17, mereka membuktikan bahwa desain dan fitur perangkat keras masih mampu mendorong pertumbuhan penjualan. Menurut Mureks, para pakar menilai, Apple harus berhasil di sektor AI pada tahun 2026 atau konsekuensinya akan sangat buruk bagi masa depan perusahaan.




