Keuangan

Apa Saja Program Bansos 2026 yang Tetap Berjalan dan Dihentikan?

Pemerintah Indonesia telah menetapkan alokasi anggaran perlindungan sosial atau Bansos pada APBN 2026 naik signifikan mencapai Rp508,2 triliun. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya tahan hidup sekitar 100 juta keluarga miskin dan rentan di Tanah Air.

Presiden Prabowo Subianto juga menegaskan bahwa subsidi energi dan Bansos akan lebih tepat sasaran dengan menggunakan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), agar bantuan sampai kepada yang benar-benar membutuhkan.

Kenaikan dana Bansos ini sejalan dengan target pemerintah menurunkan angka kemiskinan nasional menjadi 6,5-7,5 persen pada tahun 2026. Namun, di sisi lain, ada beberapa program Bansos lama yang akan dihentikan demi efisiensi anggaran dan pengalihan ke bantuan yang lebih produktif.

Berikut rincian program Bansos yang dipastikan lanjut dan yang kemungkinan dihentikan pada tahun depan.

Program Bansos Utama yang Tetap Dilanjutkan

Program Bansos Utama Yang Tetap Dilanjutkan
Program Bansos Utama yang Tetap Dilanjutkan

Pemerintah memastikan enam program Bansos utama akan tetap berjalan pada 2026 untuk menjangkau jutaan keluarga penerima manfaat (KPM) secara luas. Program Bansos tersebut antara lain:

  1. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah bantuan tunai bersyarat bagi keluarga miskin yang ditargetkan kepada 10 juta KPM. Bantuan ini diberikan setiap triwulan dengan nilai Rp225.000 hingga Rp1 juta per penerima per tahap. Program ini mendukung pemenuhan kebutuhan dasar keluarga miskin agar dapat meningkatkan kualitas hidup.
  2. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT). Melalui kartu sembako elektronik, BPNT menargetkan 18 juta KPM mendapatkan bantuan pangan dengan nominal Rp200.000 sampai Rp600.000 per bulan. Program ini memudahkan keluarga miskin memperoleh bahan makanan pokok yang bergizi.
  3. Program Indonesia Pintar (PIP) memberikan bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa kurang mampu, dengan alokasi sekitar 20 juta peserta didik dari SD hingga perguruan tinggi. Nilai bantuan berkisar antara Rp450.000 sampai Rp1 juta per tahun ajaran, membantu meringankan beban biaya pendidikan.
  4. Penerima Bantuan Iuran JKN (PBI-JKN) Berupa subsidi iuran BPJS Kesehatan ini menjangkau 40% masyarakat terbawah secara ekonomi, memastikan mereka dapat mengakses layanan kesehatan tanpa harus khawatir biaya iuran.
  5. Program Atensi dan Rehabilitasi Sosial di mana program ini memberikan bantuan bagi 1 juta lansia dan penyandang disabilitas yang tergolong dalam Penerima Manfaat Kesejahteraan Sosial (PMKS). Bantuan berupa alat bantu, pelatihan keterampilan, dan dukungan pangan bergizi dirancang agar mereka semakin mandiri dan tidak terus bergantung pada Bansos.
  6. Bantuan Beras 10 Kg berupa cadangan sembako darurat berupa beras 10 kilogram akan tetap disiapkan sebagai stimulus saat terjadi kerawanan pangan atau kondisi khusus. Penyaluran melalui Perum Bulog ini menjaga ketersediaan pangan untuk keluarga miskin.

Dengan berlanjutnya enam program Bansos utama tersebut, pemerintah mengantisipasi sekitar 100 juta KPM tetap memperoleh bantuan sosial yang tepat guna pada 2026.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan anggaran besar untuk beasiswa dan tunjangan guru guna mendukung pendidikan keluarga kurang mampu.

Baca juga: Panduan Lengkap: Cara Mudah dan Tepat Mengecek Status Penerimaan Bansos 2026 untuk KPM

Program Bansos yang Berpotensi Dihentikan pada 2026

Seiring upaya efisiensi dan pengalihan bantuan ke program yang lebih produktif, ada sejumlah program Bansos lama yang kemungkinan tidak dilanjutkan pada tahun 2026.

Salah satu yang paling menonjol adalah BLT Keluarga Sejahtera (BLT Kesra) sebesar Rp900 ribu per keluarga. Pemerintah memperkirakan bantuan ini akan dihentikan dan dialihkan ke bentuk bantuan yang lebih jangka panjang serta produktif, seperti pelatihan dan usaha mandiri.

Selain itu, program Bansos berbasis komoditas seperti beras fisik dan minyak goreng masih menunggu keputusan final dari Presiden. Pemerintah akan mengevaluasi kelanjutan bantuan pangan khusus tersebut demi memastikan penyaluran Bansos yang tepat sasaran dan efektif.

Contohnya, nasib Bantuan Minyak Goreng dan BLT Dana Desa yang saat ini belum diputuskan secara pasti, masih dalam tahap kajian kebijakan pemerintah.

Baca juga: BLT Kesra 2026 Rp900.000, Kapan Akan Disalurkan?

Semua program Bansos 2026 diarahkan untuk tidak hanya membantu keluarga miskin dan rentan secara langsung, tetapi juga mendorong mereka agar bisa mandiri dan tidak tergantung pada bantuan sosial dalam jangka panjang.

Kementerian Sosial menargetkan sebanyak 400.000 KPM akan keluar (graduasi) dari ketergantungan Bansos pada tahun 2026, melalui program pendampingan dan penguatan usaha produktif. Artinya, keluarga penerima Bansos, seperti PKH dan BPNT diharapkan dapat meningkatkan taraf hidupnya melalui pelatihan dan dukungan usaha mandiri.

Jika Anda ingin mendapatkan informasi terbaru seputar Bansos, program sosial pemerintah, dan berbagai topik terkini lainnya, jangan lewatkan artikel-artikel menarik lainnya hanya di Mureks.co.id. Simak terus berita dan update terpercaya dari kami!

Mureks