Berita

Andi Arief: “Pak SBY Cukup Terganggu” Isu Ijazah Jokowi, Pertimbangkan Jalur Hukum

Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dikabarkan merasa sangat terganggu dengan tudingan yang mengaitkannya pada isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo (Jokowi). SBY bahkan mempertimbangkan untuk menempuh jalur hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarkan fitnah tersebut. Informasi ini disampaikan oleh politikus Partai Demokrat, Andi Arief, pada Rabu (31/12/2025).

Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden Jokowi telah bergulir sejak Juli 2025. Sejak saat itu, SBY dan Partai Demokrat kerap diterpa isu yang menuding mereka sebagai pihak di balik tudingan ijazah palsu tersebut.

Dapatkan berita menarik lainnya di mureks.co.id.

Menanggapi isu liar ini, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), pada Selasa (29/7/2025) telah secara tegas menepis tuduhan tersebut. Ibas menegaskan bahwa tidak ada kaitan antara partainya dengan polemik ijazah palsu Jokowi.

“Kami dari Partai Demokrat menanggapi dengan tegas tuduhan bahwa ‘partai biru’ adalah dalang di balik isu ijazah palsu Presiden Joko Widodo. Tuduhan ini adalah fitnah keji, tidak berdasar, dan merupakan bentuk pembunuhan karakter terhadap institusi politik yang sah. Kami menolak keras segala bentuk politisasi kebohongan demi kepentingan sempit,” ujar Ibas kepada wartawan.

Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu juga mengklarifikasi bahwa Roy Suryo, yang merupakan salah satu pihak yang meragukan keaslian ijazah Jokowi, bukan lagi kader Partai Demokrat sejak tahun 2019. “Partai Demokrat tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan isu tersebut. Saudara Roy Suryo bukan lagi bagian dari Partai Demokrat sejak tahun 2019. Pernyataannya adalah sikap pribadi dan tidak mencerminkan pandangan atau kebijakan partai,” tegasnya.

Ibas menilai upaya mengaitkan Partai Demokrat dengan isu ijazah palsu merupakan manuver politik kotor. “Upaya untuk mengaitkan Demokrat dengan isu ini adalah manuver politik kotor yang berpotensi memecah belah bangsa, menyesatkan publik, dan mencederai nilai-nilai demokrasi,” tambahnya.

Presiden Jokowi sendiri telah menanggapi isu ini. Pada Kamis (31/7/2025), Jokowi menegaskan bahwa dirinya tidak pernah menyebut warna partai politik atau menuduh Partai Demokrat maupun SBY sebagai “orang besar” di balik isu ijazah palsu tersebut. “Nggak ada, saya nggak pernah berbicara masalah warna, nggak pernah,” kata Jokowi saat ditemui di kediamannya di Sumber, Banjarsari, seperti dilansir detikJateng.

Terbaru, politikus Partai Demokrat Andi Arief mengungkapkan bahwa SBY merasa sangat terganggu. Andi Arief, yang juga menjabat Komisaris PLN, mengaku baru-baru ini bertemu dengan SBY. “Saya bertemu Pak SBY beberapa hari lalu, Pak SBY cukup terganggu dengan isu ini karena tidak benar yang disebutkan Pak SBY berada di balik isu ijazah palsu ini atau bahkan disebut Pak SBY berkolaborasi dengan Ibu Megawati dalam mengungkap soal ijazah palsu Pak Jokowi ini,” jelas Andi Arief dalam keterangan video, Rabu (31/12/2025).

Menurut Andi Arief, fitnah ini disebarkan secara masif oleh akun-akun anonim di media sosial. “Sangat masif sekali fitnah yang dilakukan oleh akun-akun yang sebagian besar anonim yang kita tahu afiliasinya ke mana, yang membuat berita fitnah seolah-olah Bapak SBY berada di balik isu ijazah palsu Pak Jokowi yang sekarang sedang berseteru antara Pak Jokowi dan Roy Suryo dkk. Ini tentu sangat mengganggu,” ujarnya.

Andi Arief menegaskan bahwa hubungan antara SBY dan Jokowi berjalan baik. Ia meminta agar fitnah terhadap SBY dihentikan, mengingat mantan Ketua Umum Partai Demokrat itu kini lebih banyak beraktivitas di bidang seni dan olahraga voli, serta jarang terlibat dalam kegiatan politik.

Mureks mencatat bahwa SBY mempertimbangkan langkah hukum, dimulai dengan somasi, jika fitnah ini tidak dihentikan. “Kalau juga tidak dihentikan, ada kemungkinan Pak SBY akan ambil langkah hukum, dengan pertama memberikan somasi terhadap orang-orang yang melakukan fitnah tersebut, dan terbuka kemungkinan menempuh jalur hukum karena ini masalah keadilan,” kata Andi Arief. Ia menambahkan, “Pak SBY merasa tidak melakukan itu tetapi difitnah.”

Andi Arief juga menyerukan kepada seluruh kader Demokrat untuk membela SBY. “Untuk seluruh kader Demokrat untuk tetap membela pemimpin kita yang dizalimi, difitnah, ini karena memang betul-betul tidak dilakukan Pak SBY. Kita tahu selama ini Pak SBY selalu mengajarkan kita politik yang putih, yang bersih, yang tidak pernah menyerang orang, tidak pernah membuat fitnah, tetapi kalau kita difitnah dizalimi kita harus melawan,” serunya.

Sejalan dengan pertimbangan SBY, Partai Demokrat secara resmi telah melayangkan somasi kepada salah satu akun TikTok berinisial SWBMP. Somasi ini terkait tudingan bahwa SBY terlibat dalam isu ijazah palsu Jokowi. Demokrat meminta akun tersebut untuk meminta maaf dan memberikan klarifikasi secara terbuka.

“Bahwa pernyataan yang ada dalam video tersebut adalah tidak benar, jauh dari suatu kebenaran, merupakan pemberitaan bohong dan/atau fitnah,” demikian bunyi surat somasi yang dilayangkan oleh Badan Hukum dan Pengamanan Partai DPP Demokrat, dilihat pada Rabu (31/12/2025).

Dalam somasi tersebut, Demokrat menyertakan sejumlah pasal, termasuk Pasal 14 ayat (1), Pasal 14 ayat (2), Pasal 15 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana, serta pasal-pasal dalam Undang-Undang ITE. Demokrat menilai pemilik akun TikTok tersebut telah menyesatkan pandangan publik.

“Bahwa pernyataan dalam video dimaksud telah membuat keruh situasi, menyesatkan, mengakibatkan terjadinya keonaran di kalangan masyarakat, pengurus, kader, dan anggota Partai Demokrat,” terang keterangan somasi itu. “Dan pernyataan dalam video tersebut telah merugikan citra/nama baik Partai Demokrat seluruh Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat khususnya,” sambungnya.

DPP Partai Demokrat meminta pemilik akun TikTok untuk mengklarifikasi dan meminta maaf secara terbuka, serta menghapus video terkait. Video yang dipermasalahkan, tertanggal 30 Desember 2025, pada pokoknya berbunyi: “dengan berbagai Impian-impian besar tentu pak sby harus memutar otak tidak bisa bermain bersih karena kita tahu juga politik itu kotor teman-teman, seribu satu cara pasti dilakukan untuk bisa menjatuhkan lawan politiknya salah satunya ya dengan isu ijazah biar pak Jokowi tidak bisa focus menjadi king maker lagi di pilpres, disibukkan dengan isu-isu yang tidak jelas yaitu isu ijazah baik ijazah pak Jokowi ataupun ijazah mas Gibran terus saja digonjangganjingkan oleh pion-pion mereka yaitu roy suryo”.

Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi Mureks telah mencoba menghubungi akun TikTok tersebut terkait somasi yang dilayangkan Demokrat, namun belum mendapatkan balasan.

Mureks