Manchester United secara resmi memecat Ruben Amorim dari posisi manajer pada Senin (5/1) pagi waktu setempat. Keputusan ini mengakhiri masa kerja Amorim yang berlangsung sekitar 18 bulan di Old Trafford. Pemecatan ini bukan semata-mata dipicu oleh hasil di lapangan, melainkan oleh memburuknya hubungan internal dengan jajaran penting klub dalam beberapa pekan terakhir.
Sumber internal menyebutkan, sikap keras Amorim yang enggan berkompromi dengan sistem tiga bek menjadi pemicu utama friksi. Perbedaan pandangan ini memuncak dengan dua figur kunci, Christopher Vivell dan Jason Wilcox, yang pada akhirnya mempercepat perpisahan.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Benturan Filosofi dengan Christopher Vivell
Ruben Amorim dikenal luas dengan konsistensinya menggunakan formasi tiga bek dan bek sayap, sebuah sistem yang telah menjadi identitasnya sejak awal kedatangan di Manchester United. Namun, menurut pantauan Mureks, Christopher Vivell, kepala perekrutan MU, dilaporkan telah meminta Amorim untuk menyesuaikan pendekatan taktiknya.
Vivell disebut menginginkan Amorim agar tidak lagi memaksakan sistem bermain yang selama ini dianut. Permintaan ini menguat setelah Marco Silva, pelatih Fulham, secara detail memaparkan cara mengeksploitasi formasi tiga bek tersebut pasca-laga imbang di Craven Cottage pada Agustus.
Jason Wilcox dan Polemik Arah Transfer
Ketegangan serupa juga dilaporkan terjadi antara Amorim dan Jason Wilcox, direktur sepak bola Manchester United. Keduanya disebut memiliki perbedaan pandangan signifikan terkait target dan kebijakan transfer pemain.
Situasi semakin memanas seiring dibukanya bursa transfer Januari. Amorim merasa wewenangnya sebagai manajer dibatasi, sementara pihak klub berpendapat bahwa fleksibilitas taktik adalah hal yang mutlak diperlukan.
Amorim sendiri sempat memberikan sinyal mengenai perbedaan peran ini sejak awal. Ia menegaskan posisinya dalam sebuah pernyataan publik yang kini menjadi penanda keretakan hubungan. “Saya hanya ingin mengatakan bahwa saya datang ke sini untuk menjadi manajer, bukan untuk menjadi pelatih,” ujar Amorim, seperti dikutip dari BBC Sport.
Pasca-pemecatan Amorim, Manchester United telah menunjuk Darren Fletcher sebagai manajer sementara. Mantan gelandang yang telah mencatat lebih dari 340 penampilan bersama klub ini kini mengemban tugas untuk menstabilkan tim di tengah fase transisi yang krusial.





