Tren

Amorim Dipecat, Manchester United Lirik Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjaer sebagai Manajer Interim

Manchester United secara resmi memecat Ruben Amorim dari kursi pelatih kepala pada Senin, 5 Januari 2026. Keputusan ini diambil setelah 14 bulan masa baktinya di Old Trafford, menyusul hasil imbang 1-1 melawan Leeds United yang membuat “Setan Merah” tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Premier League.

Klub mengonfirmasi bahwa perubahan ini diperlukan demi memberikan kesempatan terbaik bagi tim untuk menyelesaikan musim di posisi setinggi mungkin. Amorim, yang didatangkan dari Sporting CP pada November 2024, sempat membawa United mencapai Final Liga Europa UEFA pada Mei 2025, meski harus menelan kekalahan.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Namun, performa inkonsisten di liga domestik, dengan hanya mengoleksi delapan kemenangan dari 20 pertandingan, serta desas-desus keretakan hubungan dengan manajemen senior, termasuk direktur olahraga Jason Wilcox, mempercepat akhir masa jabatannya. Amorim dikabarkan menuntut kontrol lebih besar atas operasional klub dan bersikeras pada perannya sebagai “manajer” alih-alih sekadar “pelatih”.

Untuk sementara, legenda klub Darren Fletcher akan mengambil alih kursi kepelatihan sebagai caretaker dan akan memimpin tim pada pertandingan penting melawan Burnley. Berbicara menjelang pertandingan tersebut, Fletcher mengaku merasa sangat istimewa. “Ini suatu kehormatan yang luar biasa. Semuanya terjadi begitu cepat dan saat ini saya hanya fokus pada pertandingan yang akan datang,” katanya.

Pencarian Manajer Interim dan Permanen

Menyusul keputusan untuk mengakhiri kontrak Ruben Amorim, manajemen Manchester United dengan cepat mulai menjajaki opsi untuk posisi pelatih interim. Klub telah mengadakan pembicaraan penjajakan dengan mantan pemain yang memiliki ikatan kuat dengan Old Trafford, termasuk Michael Carrick dan Ole Gunnar Solskjaer.

Kontak-kontak ini masih dalam tahap sangat awal, terutama bertujuan untuk menilai kesiapan dan perspektif masing-masing kandidat. Belum ada keputusan yang dibuat mengenai siapa yang akan memimpin tim sementara hingga akhir musim. Namun, Michael Carrick dianggap sebagai kandidat utama, mengingat ia berstatus sebagai pemain bebas transfer sejak meninggalkan Middlesbrough Juni lalu.

Ole Gunnar Solskjaer bukanlah orang asing dalam skenario “penyelamatan” di Manchester United. Ia sebelumnya mengambil alih klub setelah Jose Mourinho dipecat pada tahun 2018, sebelum diangkat sebagai pelatih kepala tetap dan bertahan di posisi itu hingga tahun 2021. Direktur Sepak Bola Jason Wilcox berhubungan langsung dengan Fletcher, Carrick, dan Solskjaer dalam proses ini.

Selain ketiganya, mantan pemain Manchester United lainnya, Ruud van Nistelrooy, juga dilaporkan masuk dalam daftar incaran. Van Nistelrooy sempat menjabat sebagai manajer interim pada tahun 2024, memimpin tim meraih tiga kemenangan dan satu hasil imbang dalam empat pertandingan.

Mureks mencatat bahwa selain opsi pelatih sementara, Manchester United juga mempertimbangkan opsi untuk pelatih kepala permanen. Sejumlah nama pelatih terkenal telah disebut-sebut di media Inggris sebagai calon pengganti Ruben Amorim di Manchester United.

Daftar Kandidat Pelatih Permanen Manchester United

  • Oliver Glasner: Manajer asal Austria ini memiliki rekor mengesankan, setelah membawa Crystal Palace meraih dua trofi dan penampilan pertama mereka di Piala Eropa. Glasner sangat dihargai karena filosofi sepak bolanya yang fleksibel, menyeimbangkan serangan dan pertahanan.
  • Massimiliano Allegri: Pakar strategi asal Italia ini saat ini melatih AC Milan. Dengan pengalaman luas dari masa kepelatihannya di Juventus dan Milan, Allegri adalah salah satu kandidat utama untuk menduduki kursi pelatih di Old Trafford.
  • Gareth Southgate: Mantan manajer timnas Inggris ini berulang kali disebut-sebut akan menjadi manajer Manchester United berikutnya. Namun, kesepakatan ini tidak diterima dengan baik oleh para penggemar karena Southgate memiliki pengalaman yang terlalu sedikit dalam melatih di level klub.
  • Mauricio Pochettino: Pochettino memiliki masa kerja yang sukses bersama Tottenham. Kekuatannya terletak pada membantu pemain muda mengembangkan potensi mereka. Jika ditunjuk, Pochettino dapat membantu Kobbie Mainoo, Chido Obi, dan Harry Amass bersinar. Namun, kesepakatan ini kemungkinan besar tidak akan terjadi karena pelatih asal Argentina ini saat ini melatih tim nasional AS.
  • Kieran McKenna: McKenna sangat mengenal Manchester United, karena telah menghabiskan bertahun-tahun sebagai asisten manajer. Ia mengincar posisi manajer ketika Erik ten Hag dipecat. Setelah meninggalkan Old Trafford, ia memimpin Ipswich meraih promosi berturut-turut dari League One ke Premier League. Kekuatan McKenna terletak pada kemampuannya untuk mengelola dengan sumber daya terbatas, sebuah kualitas yang sangat cocok untuk Manchester United saat ini.
  • Xavi: Xavi adalah rekrutan impian bagi MU, berkat filosofi sepak bolanya yang modern. Jika legenda Spanyol ini mengambil alih, “Setan Merah” bisa menjadi salah satu klub paling menyerang di Liga Inggris.

Pencarian pelatih permanen baru kini menjadi prioritas utama manajemen Manchester United saat mereka berjuang untuk mengamankan posisi kualifikasi Eropa musim depan.

Referensi penulisan: id.mashable.com

Mureks