Hiburan

AMD Luncurkan Dua Prosesor Ryzen AI Max Baru di CES 2026, Satu Chip Ideal untuk Gaming Portabel

LAS VEGAS – AMD memperkenalkan dua prosesor baru dalam jajaran Ryzen AI Max di ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026. Salah satu dari chip terbaru ini, Ryzen AI Max+ 388, disebut-sebut berpotensi menjadi pilihan ideal untuk PC gaming genggam kelas atas.

Pengumuman yang dilakukan pada Selasa, 06 Januari 2026, ini menambah portofolio AMD di segmen Accelerated Processing Unit (APU) yang menggabungkan CPU dan GPU dalam satu paket. Meskipun AMD tidak meluncurkan desain prosesor konsumen yang sepenuhnya baru di CES tahun ini, penambahan pada seri Ryzen AI Max ini menarik perhatian, terutama bagi penggemar gaming portabel.

Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Ryzen AI Max+ 388: Inovasi untuk Gaming Genggam

Seri prosesor Ryzen AI Max, yang juga dikenal sebagai Strix Halo, terdiri dari satu atau dua core chiplet (CCD) yang dipadukan dengan input/output chiplet (IOD) berukuran besar yang menampung GPU yang tangguh. Prosesor ini dilengkapi dengan 40 unit komputasi (CU) RDNA 3.5, setara dengan 2560 shader, serta 64 MB cache Level 3, dan bus memori terpadu selebar 256-bit.

Sebelumnya, satu-satunya entri dalam seri ini yang memiliki 40 CU penuh adalah Ryzen AI Max+ 395 yang berharga premium. Kini, dua chip baru hadir: Max+ 392 dan Max+ 388. Max+ 392 memiliki dua CCD dengan total 12 core dan 24 thread, sementara Max+ 388 menggunakan satu CCD dengan 8 core dan 16 thread.

Menurut Mureks, keunggulan utama Ryzen AI Max+ 388 untuk gaming terletak pada desain satu CCD-nya. Meskipun AMD telah berupaya, beberapa game masih mengalami kesulitan berjalan optimal pada prosesor dengan dua CCD, kecuali jika pengguna memaksa semua thread game ke satu chiplet. Dengan menghilangkan satu CCD namun mempertahankan semua core CPU dan CU GPU, Ryzen AI Max+ 388 menawarkan kombinasi CPU dan GPU yang ideal untuk pengalaman gaming yang lebih mulus.

Meskipun memiliki boost clock CPU yang sedikit lebih rendah dibandingkan Max+ 395 (5.0 GHz berbanding 5.1 GHz), perbedaan ini kemungkinan besar tidak akan terasa signifikan dalam gameplay.

Spesifikasi dan Perbandingan

Semua chip Strix Halo memiliki Thermal Design Power (TDP) maksimum 120 W, dengan batas standar 55 W, dan mendukung memori terpadu hingga 128 MB. Vendor perangkat keras pihak ketiga memiliki fleksibilitas untuk tidak terpaku pada angka-angka tersebut. Sebagai contoh, GPD Win 5 dapat dikirimkan dengan RAM 32, 64, atau 128 GB, dengan batas daya maksimum sekitar 80 W.

Saat ini, GPD Win 5 hadir dengan pilihan Max 385 atau Max+ 395. Namun, dengan peningkatan 25% shader dibandingkan 385, tim redaksi Mureks memperkirakan GPD kemungkinan akan memperbarui opsi dengan Max+ 388 untuk performa gaming yang lebih cepat.

Di sisi lain, AMD juga memperkenalkan seri Ryzen AI 400 APU. Meskipun namanya menyiratkan desain prosesor yang sepenuhnya baru, seri 400 ini sebenarnya adalah seri 300 (Strix Point) yang di-rebadge, dengan sedikit peningkatan clock pada beberapa kasus. Prosesor ini masih merupakan APU yang sangat baik dan lebih cocok untuk PC portabel karena konsumsi dayanya yang rendah. Namun, untuk gaming, batas terbesarnya adalah GPU yang hanya mencapai 16 CU RDNA 3.5 dan lebar bus memori yang hanya setengah dari Strix Halo, sehingga performa game seringkali dibatasi oleh GPU dan bandwidth memori.

Pada CES kali ini, AMD secara tidak mengejutkan lebih menyoroti kemampuan AI dari prosesor barunya dibandingkan performa gaming murni. Namun, baik seri Ryzen AI 400 APU maupun penambahan pada keluarga Ryzen AI Max, AMD tetap menjadi pilihan utama untuk gaming tanpa kartu grafis diskrit. Persaingan dengan chip Intel Panther Lake (prosesor laptop Core Ultra 300) masih harus dinantikan.

Mureks