AMD baru saja memperkenalkan dua prosesor laptop terbarunya yang berpotensi mengubah lanskap industri laptop gaming. Meskipun sekilas tampak seperti penambahan biasa pada jajaran chip yang sudah ada, detailnya menunjukkan inovasi signifikan, terutama pada model Ryzen AI Max+ 388.
Chip baru ini, yang didasarkan pada arsitektur Strix Point AMD yang telah terbukti, menjanjikan era baru bagi laptop gaming jika mampu memenuhi janji performa dan harga yang tepat. Sebelumnya, arsitektur Strix Point telah digunakan pada perangkat seperti tablet gaming ROG Flow Z13.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Keseimbangan Baru dalam Performa Grafis Terintegrasi
AMD sebelumnya merilis chip Strix Point dengan dua konfigurasi ekstrem: GPU terintegrasi sangat kuat namun dengan jumlah inti CPU yang terlalu tinggi sehingga mahal, atau versi dengan inti CPU lebih rendah namun GPU kurang bertenaga. Kedua chip baru ini, Ryzen AI Max+ 392 dan Ryzen AI Max+ 388, hadir untuk menyeimbangkan kebutuhan tersebut.
Keduanya dilengkapi dengan konfigurasi GPU paling bertenaga, yaitu 40 CU (Compute Units) yang menghasilkan 60 TFLOPs, namun dengan jumlah inti CPU yang lebih efisien. Ryzen AI Max+ 392 hadir dengan 12 inti CPU dan 24 thread, sementara Ryzen AI Max+ 388 menawarkan 8 inti CPU dan 16 thread. Ini berarti pengguna kini bisa mendapatkan chip grafis terintegrasi paling kuat di dunia tanpa harus menanggung biaya tinggi dan konsumsi daya dari CPU 16-inti.
Berikut adalah perbandingan lengkap jajaran chip Ryzen AI Max+:
| Model | Cores/Threads | Max Boost | NPU | GPU CUs | GPU TFLOPs |
|---|---|---|---|---|---|
| Ryzen AI Max+ 395 | 16/32 | 5.1GHz | 50 TOPs | 40 | 60 |
| Ryzen AI Max+ 392 (baru) | 12/24 | 5.0GHz | 50 TOPs | 40 | 60 |
| Ryzen AI Max 390 | 12/24 | 5.0GHz | 50 TOPs | 32 | 48 |
| Ryzen AI Max+ 388 (baru) | 8/16 | 5.0GHz | 50 TOPs | 40 | 60 |
| Ryzen AI Max 385 | 8/16 | 5.0GHz | 50 TOPs | 32 | 48 |
Mengapa Grafis Terintegrasi Kuat Sangat Penting?
Pertanyaan mungkin muncul, mengapa ini begitu penting ketika banyak laptop gaming menggunakan GPU diskrit terpisah seperti pada Razer Blade 14 2025? Edward Chester, yang menulis artikel ini pada 5 Januari 2026, menjelaskan bahwa laptop dengan GPU diskrit seringkali harus beralih antara grafis terintegrasi CPU (untuk tugas ringan) dan GPU diskrit (untuk gaming atau aplikasi berat seperti Photoshop dan model AI lokal).
Proses perpindahan ini, meskipun sebagian besar otomatis, tidak selalu berjalan mulus dan dapat menyebabkan sistem tidak responsif atau aplikasi sering mengalami crash. Dengan GPU terintegrasi yang sangat bertenaga, masalah ini dapat dihindari karena hanya satu chip yang digunakan sepanjang waktu. Mureks mencatat bahwa pengalaman menggunakan ROG Flow Z13 dengan chip AI Max 390 menunjukkan perbedaan signifikan dibandingkan laptop gaming lain, ditambah efisiensi daya yang menghasilkan daya tahan baterai luar biasa.
Performa Gaming dan Tantangan Harga
Dalam pengujian ROG Flow Z13, GPU AI Max 390 (dengan 32 CU) mampu menghasilkan rata-rata 45fps di Cyberpunk 2077 pada resolusi 1080p dengan pengaturan grafis ultra, dan 50fps pada pengaturan tinggi. Dengan chip baru AI Max+ 388 atau AI Max+ 392 yang memiliki 40 CU, performanya diharapkan akan lebih cepat lagi.
Meskipun demikian, performa ini masih di bawah GPU diskrit kelas atas seperti laptop RTX 5070 di Razer Blade 14, yang mencapai rata-rata 97fps dalam pengujian yang sama. Namun, performa yang solid dan playable pada 1080p dengan pengaturan tinggi untuk grafis terintegrasi adalah pencapaian yang sangat mengesankan.
Masih perlu dilihat seberapa baik performa CPU ini di dunia nyata dan berapa harga perangkat yang menggunakannya. Perangkat yang menggunakan chip Strix Point/Ryzen AI Max sebelumnya cenderung sangat mahal. Namun, Asus dikabarkan akan meluncurkan laptop gaming entry-level menggunakan chip baru ini, dan banyak produsen lain diperkirakan akan mengikuti.






