Pemerintah Pakistan dilaporkan mulai memblokir sejumlah layanan Virtual Private Network (VPN) utama yang tidak terdaftar. Langkah ini dikonfirmasi oleh Proton, perusahaan di balik Proton VPN, yang menyatakan aplikasinya telah dibatasi di negara tersebut sejak 22 Desember 2025.
“Pakistan telah mengikuti negara-negara seperti Rusia, Tiongkok, dan Iran dalam memblokir warganya menggunakan VPN untuk akses tanpa sensor ke X dan media sosial lainnya,” ujar David Peterson, General Manager Proton VPN, pada Minggu (4/1/2026).
Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id
Pembatasan ini menyusul keputusan Otoritas Telekomunikasi Pakistan (PTA) yang kembali memberlakukan lisensi VPN pada November 2025. Saat itu, PTA mengumumkan kerangka kerja baru untuk menyediakan layanan VPN yang “aman dan sah” bagi publik.
Dampak pada Akses Digital dan Privasi
Aplikasi VPN telah menjadi alat krusial bagi warga Pakistan dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini terutama karena aplikasi media sosial seperti X, Facebook, Instagram, dan WhatsApp seringkali diblokir di negara tersebut. Namun, VPN tidak hanya menyediakan cara untuk menghindari pembatasan konten, tetapi juga digunakan untuk meningkatkan privasi dan keamanan pengguna daring.
Mureks mencatat bahwa pembatasan terbaru pada beberapa layanan VPN terbaik yang tersedia ini dapat memiliki dampak besar terhadap hak-hak digital di Pakistan.
Belum jelas berapa banyak penyedia VPN yang telah terpengaruh sejauh ini. Menurut laporan Daily Pakistan, penyedia seperti NordVPN, ExpressVPN, Surfshark, Mullvad, Cloudflare WARP, dan Psiphon semuanya terdampak gangguan.
Saat dihubungi, NordVPN menyatakan tidak melihat adanya gangguan pada layanannya. Sementara itu, juru bicara Surfshark mencatat aplikasinya mengalami “penurunan kecil” tetapi “tidak terpengaruh” secara signifikan. Beberapa pengguna Reddit melaporkan kecepatan lambat dan putusnya koneksi saat menggunakan ExpressVPN. Pengguna Reddit lainnya juga mengeluhkan pembatasan pada aplikasi Proton lainnya, termasuk Proton Mail dan Proton Pass.
Data dari OONI Explorer menunjukkan bahwa akses ke situs web Proton VPN juga mungkin terpengaruh. Jumlah hasil tes anomali—yang didefinisikan sebagai hasil yang “menunjukkan tanda-tanda potensi gangguan jaringan”—telah meningkat dalam seminggu terakhir.
Sejarah Upaya Regulasi VPN
Pakistan telah berupaya menindak penggunaan VPN selama bertahun-tahun. Setelah sempat mengganggu akses ke beberapa aplikasi VPN pada Februari 2024, PTA membagikan rencana untuk mengatur penggunaan VPN sebagai cara untuk mengekang penyalahgunaan pada Agustus tahun itu. Pada titik inilah “VPN tidak terdaftar” secara resmi menjadi target.
Rencana awal untuk melarang semua VPN tidak terdaftar sempat dihentikan sehari sebelum batas waktu, menyusul intervensi dari Kementerian Hukum Pakistan yang mengutip kurangnya dasar hukum. Selanjutnya, PTA mengumumkan strategi baru yang berfokus pada pemberian lisensi kepada penyedia layanan VPN yang beroperasi di negara tersebut.
Meskipun penindakan tersebut tampaknya kehilangan momentum sepanjang tahun 2025, inisiatif ini tetap ada dalam agenda. Pada 13 November 2025, PTA mengumumkan telah memberikan lisensi VPN pertama kepada lima perusahaan lokal.
Meskipun banyak fokus tertuju pada Proton, kemungkinan besar penyedia VPN lainnya juga akan terpengaruh dalam gelombang gangguan terbaru ini.
Cara Mengatasi Pemblokiran
Meskipun pengawasan terhadap layanan VPN di Pakistan kembali meningkat, solusi efektif untuk mengatasinya masih tersedia.
- Peterson menyarankan siapa pun yang kesulitan menggunakan Proton VPN untuk memperbarui aplikasi ke versi terbaru dan beralih ke Stealth Protocol-nya. Protokol ini dirancang untuk mengaburkan lalu lintas VPN, sehingga lebih sulit dideteksi.
- Serupa dengan itu, NordVPN dan Surfshark merekomendasikan penggunaan protokol NordWhisper atau NoBorders masing-masing untuk melewati pembatasan.
- Baik Proton maupun Surfshark menyarankan pengguna mencoba terhubung ke beberapa server berbeda jika upaya awal mereka gagal, karena tidak semua server saat ini dibatasi. “Server yang lebih baru (biasanya dengan angka lebih tinggi) dan server dari negara-negara kecil memiliki peluang keberhasilan terbaik,” kata Proton.
- Terakhir, Proton menyarankan untuk beralih antara koneksi data telepon rumah (Wi-Fi) dan seluler, karena penyedia layanan internet (ISP) yang berbeda seringkali memiliki tingkat keberhasilan yang bervariasi dalam memblokir lalu lintas VPN.
Referensi penulisan: www.techradar.com






