Keuangan

Alphabet Salip Apple dalam Kapitalisasi Pasar Pertama Kali Sejak 2019, Didorong Agresivitas AI

NEW YORK, Mureks.com – Perusahaan induk Google, Alphabet, berhasil melampaui Apple dalam hal kapitalisasi pasar untuk pertama kalinya sejak tahun 2019. Pencapaian ini terjadi setelah perdagangan di Bursa Saham New York, Amerika Serikat, pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat atau Kamis pagi WIB.

Kapitalisasi pasar Alphabet ditutup pada level 3,88 triliun dollar AS. Saham Alphabet sendiri melonjak lebih dari 2 persen pada hari yang sama, ditutup di harga 322,03 dollar AS. Sementara itu, Apple mencatatkan kapitalisasi pasar sebesar 3,84 triliun dollar AS, setelah sahamnya merosot lebih dari 4 persen dalam lima hari terakhir.

Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id

Perbedaan Strategi AI Jadi Kunci

Pembalikan posisi kapitalisasi pasar ini, menurut Mureks, menegaskan perbedaan arah strategi yang diambil oleh Alphabet dan Apple dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Alphabet menutup tahun 2025 sebagai salah satu saham dengan kinerja terbaik di Wall Street, berkat keberhasilannya merangkai kembali strategi kebangkitan di bidang AI.

Pada November 2025, Alphabet meluncurkan Ironwood, generasi ketujuh dari tensor processing unit (TPU) miliknya. Chip AI khusus ini muncul sebagai alternatif potensial bagi produk Nvidia. Kemudian, pada Desember, Google memperkenalkan Gemini 3 yang menuai banyak pujian dari berbagai pihak. Sepanjang tahun 2025, saham Alphabet melonjak 65 persen, menandai reli paling tajam sejak 2009, ketika harga sahamnya sempat melonjak dua kali lipat setelah krisis keuangan global.

CEO Alphabet, Sundar Pichai, berulang kali menyatakan bahwa perusahaan tengah merespons lonjakan permintaan di sektor AI. Dalam paparan kinerja keuangan Oktober lalu, Pichai mengungkapkan, “bisnis komputasi awan Google menandatangani lebih banyak kontrak senilai di atas 1 miliar dollar AS sepanjang 2025 hingga kuartal ketiga, dibandingkan dengan total dua tahun sebelumnya.”

Apple Terkunci dalam Perlombaan AI

Sebaliknya, Apple relatif tertinggal dalam perlombaan AI di industri teknologi yang telah dimulai sejak OpenAI meluncurkan ChatGPT pada akhir 2022. Apple sejatinya dijadwalkan meluncurkan generasi terbaru asisten AI Siri pada tahun lalu, namun perusahaan akhirnya menunda peluncuran tersebut. Apple berjanji akan meluncurkan “Siri yang lebih personal” pada tahun 2026.

Kondisi ini membuat perusahaan sekuritas Raymond James pekan ini menurunkan rekomendasi saham Apple. Alasannya, potensi kenaikan kinerja Apple dinilai akan sulit dicapai pada tahun 2026.

Referensi penulisan: money.kompas.com

Mureks