Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli) mematok target ambisius, yakni penjualan 100 ribu unit motor listrik pada tahun 2026. Proyeksi ini muncul setelah pasar kendaraan roda dua setrum pada tahun 2025 mengalami penurunan signifikan.
Ketua Umum Aismoli, Budi Setiyadi, menyatakan optimisme terhadap pemulihan pasar. “Aismoli memproyeksikan pertumbuhan penjualan yang lebih baik dibanding tahun berjalan (2025),” ungkap Budi Setiyadi saat dihubungi beberapa waktu lalu.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Target 100 ribu unit tersebut didukung oleh beberapa faktor kunci. Budi menjelaskan bahwa kesiapan ekosistem electric vehicle (EV) di Indonesia menjadi salah satu pendorong utama. “Terutama pemerataan infrastruktur, keandalan produk serta layanan purna jual yang semakin matang,” lanjut Budi.
Berbagai upaya ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk beralih dari kendaraan konvensional ke motor listrik. Peningkatan kepercayaan konsumen dianggap krusial untuk pertumbuhan jangka panjang. “Kepercayaan konsumen menjadi kunci utama pertumbuhan jangka menengah dan panjang,” tegas Budi.
Meski demikian, menurut Mureks, Aismoli dihadapkan pada tantangan berat untuk merealisasikan target tersebut. Kondisi ekonomi domestik pada 2026 diperkirakan belum sepenuhnya pulih, yang berpotensi menahan daya beli masyarakat. Situasi ini menuntut para anggota Aismoli untuk merancang strategi penjualan yang inovatif.
Insentif Pemerintah Belum Jelas
Di sisi lain, harapan terhadap insentif pemerintah untuk kendaraan listrik masih belum menemui titik terang. Usulan pemberian insentif dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin) masih bersifat abu-abu dan belum ada kejelasan.
Bahkan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, telah menolak rencana pemberian insentif di tahun depan. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengucurkan bantuan kepada pabrikan mobil maupun motor listrik di Tanah Air.
“Insentif sudah diberikan sepanjang dua tahun untuk mendirikan pabrik dan hasilnya sudah nyata,” kata Airlangga dalam kesempatan berbeda. Pernyataan ini mengindikasikan kecilnya kemungkinan Presiden Prabowo Subianto bersama para menteri akan mengucurkan insentif motor listrik pada 2026.
Dengan demikian, para produsen seperti Selis, Alva, Davigo, United, hingga Rakata tidak bisa lagi terlalu berharap pada bantuan insentif. Mereka harus menyiapkan strategi penjualan yang mandiri untuk menghadapi pasar yang menantang.






