Adopsi sistem operasi iOS 26 di kalangan pengguna iPhone dilaporkan sangat rendah, jauh di bawah ekspektasi dan tren versi-versi sebelumnya. Data terbaru per Januari 2026 menunjukkan hanya sekitar 16,3% pengguna iPhone yang telah memperbarui perangkat mereka ke iOS 26 atau versi turunannya.
Angka ini mencakup 4,62% pengguna yang menjalankan iOS 26.2, 10.57% pada iOS 26.1, dan 1.14% yang masih menggunakan rilis asli iOS 26. Temuan ini berdasarkan data yang dihimpun oleh StatCounter, sebuah perusahaan analitik web, dan dilaporkan melalui MacRumors.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Perbandingan dengan tahun-tahun sebelumnya menunjukkan perbedaan yang signifikan. Pada periode yang sama tahun lalu, sekitar 63% iPhone telah mengadopsi iOS 18. Dua tahun lalu, iOS 17 mencapai sekitar 54% adopsi, dan pada Januari 2023, iOS 16 telah digunakan oleh sekitar 60% pengguna. Catatan Mureks menunjukkan, perbandingan ini sangat mencolok dan mengindikasikan adanya keengganan pengguna untuk memperbarui sistem operasi.
Meskipun data StatCounter merupakan estimasi yang didapat dari analisis lalu lintas web dan bukan angka resmi dari Apple, perbedaan drastis dengan tahun-tahun sebelumnya sangat menguatkan dugaan bahwa minat pengguna untuk memperbarui ke iOS 26 memang menurun.
Tiga Alasan Potensial di Balik Rendahnya Adopsi iOS 26
Beberapa spekulasi muncul terkait penyebab rendahnya tingkat adopsi iOS 26. Tim redaksi Mureks merangkum, setidaknya ada tiga faktor utama yang kemungkinan berkontribusi pada fenomena ini.
1. Desain Visual “Liquid Glass” yang Kurang Disukai
Salah satu alasan utama yang dispekulasikan adalah pengenalan desain visual baru bernama “Liquid Glass” pada iOS 26. Desain ini mendapat beragam respons, cenderung kurang positif dari pengguna. Banyak pemilik iPhone mungkin memilih untuk menunda pembaruan agar tetap menggunakan antarmuka lama yang lebih mereka sukai.
2. Dukungan Keamanan iOS 18 yang Berkelanjutan
Faktor lain adalah keputusan Apple untuk terus memberikan pembaruan keamanan bagi pengguna iOS 18. Dengan adanya dukungan keamanan yang berkelanjutan ini, tekanan bagi pengguna untuk segera memperbarui ke versi terbaru menjadi berkurang. Mereka merasa tidak ada urgensi untuk melakukan upgrade demi menjaga keamanan perangkat.
3. Fitur Baru yang Kurang Menarik
Terakhir, kurangnya fitur baru yang benar-benar menarik dan mendesak di iOS 26 juga disinyalir menjadi penyebab. Meskipun ada beberapa pembaruan seperti aplikasi Apple Games baru, mode Adaptive Power, dan peningkatan pada Apple Intelligence, fitur-fitur ini tampaknya belum cukup kuat untuk memikat pengguna agar segera melakukan pembaruan. Minat yang rendah terhadap fitur-fitur ini tercermin dari lambatnya tingkat adopsi iOS 26.
Melihat tren ini, diperkirakan persentase pengguna iOS 26 akan terus bertumbuh, namun lambat. Situasi ini menjadi sinyal jelas bagi Apple untuk lebih cermat dalam mempertimbangkan fitur dan perubahan yang akan disertakan dalam rilis iOS 27 mendatang.






