Tim Nasional Zambia pernah merasakan puncak kejayaan di kancah sepak bola Afrika saat menjuarai Piala Afrika edisi 2012 yang diselenggarakan di Gabon dan Guinea Ekuatorial. Namun, setelah momen bersejarah itu, prestasi Chipolopolo justru mengalami penurunan drastis. Mereka hanya mampu lolos ke empat edisi Piala Afrika berikutnya dan selalu kesulitan untuk berprestasi.
Piala Afrika 2013: Tersingkir sebagai Juara Bertahan
Zambia memasuki Piala Afrika 2013 dengan status juara bertahan, menempatkan mereka di pot 1 undian fase grup sebagai salah satu tim unggulan. Tergabung di Grup C bersama Nigeria, Burkina Faso, dan Ethiopia, Zambia menghadapi tantangan berat. Pada laga pembuka, mereka meraih hasil mengecewakan setelah ditahan imbang 1-1 oleh Ethiopia, tim yang baru kembali tampil di Piala Afrika setelah 31 tahun absen.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Upaya Zambia untuk bangkit di laga-laga berikutnya pun gagal membuahkan hasil. Mereka kembali bermain imbang 1-1 melawan Nigeria, bahkan nyaris menelan kekalahan. Pada pertandingan penutup fase grup, Zambia hanya mampu bermain seri 1-1 dengan Burkina Faso. Dengan perolehan tiga poin dari tiga hasil imbang, Zambia harus puas finis di peringkat ketiga klasemen Grup C dan tersingkir dari turnamen.
Piala Afrika 2015: Gagal Lolos dari Grup B
Pada Piala Afrika 2015, Zambia masih dianggap sebagai salah satu tim yang dijagokan. Mereka tergabung di Grup B bersama Tunisia, Cape Verde, dan Republik Demokratik (RD) Kongo. Zambia sempat mengawali laga pertama dengan baik, unggul cepat pada menit kedua melalui gol Given Singuluma saat menghadapi RD Kongo.
Namun, keunggulan tersebut sirna setelah RD Kongo menyamakan kedudukan di babak kedua, membuat pertandingan berakhir 1-1. Pada matchday kedua melawan Tunisia, Zambia kembali unggul lebih dulu, tetapi kebobolan dua gol balasan dan akhirnya kalah 1-2. Hasil imbang tanpa gol (0-0) saat menghadapi Cape Verde pada laga terakhir memastikan langkah Zambia terhenti di fase grup, finis sebagai juru kunci Grup B dengan hanya dua poin. Setelah edisi ini, performa Zambia semakin merosot, bahkan gagal lolos ke tiga edisi Piala Afrika beruntun, yaitu 2017, 2019, dan 2021.
Absen Tiga Edisi, Kembali di Piala Afrika 2023 Tanpa Kemenangan
Zambia baru kembali tampil di Piala Afrika pada edisi 2023. Namun, kali ini mereka tidak lagi berstatus tim unggulan, hanya masuk pot 3 undian grup. Zambia tergabung di Grup F bersama Maroko, RD Kongo, dan Tanzania. Seperti edisi-edisi sebelumnya, Zambia lagi-lagi gugur di fase grup tanpa meraih kemenangan.
Mereka finis di peringkat ketiga setelah bermain imbang 1-1 dengan RD Kongo dan Tanzania, serta dibekuk Maroko 0-1. Meskipun Piala Afrika 2023 menyediakan tiket ke babak 16 besar untuk empat tim peringkat ketiga terbaik, Zambia tidak termasuk di antaranya.
Piala Afrika 2025: Finis Juru Kunci Grup A
Terbaru, Zambia kembali gagal meraih kemenangan dan tersingkir di fase grup Piala Afrika 2025. Pada laga pertama Grup A kontra Mali, Zambia sempat tampil heroik dengan menyelamatkan satu poin berkat gol Patson Daka pada menit ke-92, sehingga pertandingan berakhir 1-1. Namun, mereka justru tampil melempem saat melawan tim terlemah di Grup A, Komoro, dan hanya bermain imbang tanpa gol.
Kegagalan Zambia untuk melaju ke babak selanjutnya dipastikan pada matchday terakhir fase grup. Menantang tuan rumah Maroko, Zambia dihajar dengan skor telak 0-3. Zambia pun finis di peringkat terbawah klasemen Grup A dengan hanya dua poin dan mencetak satu gol. Mureks mencatat bahwa ini adalah kali pertama mereka hanya mencetak satu gol di Piala Afrika sejak edisi 2002.
Sejak menjuarai Piala Afrika pada 2012, prestasi Zambia di turnamen kontinental tersebut terus merosot. Hingga edisi 2025, mereka selalu gugur di fase grup dan belum pernah meraih kemenangan lagi. Pertanyaan besar kini mengemuka: sampai kapan performa buruk Zambia di Piala Afrika akan terus berlanjut?






