Olahraga

Thomas Frank: ‘Penggemar Tidak Terlalu Puas dan Itu Wajar’ Usai Spurs Ditahan Imbang Brentford

LONDON – Manajer Tottenham Hotspur, Thomas Frank, menanggapi santai ejekan “Tottenham Membosankan” dari para pendukungnya sendiri setelah timnya bermain imbang tanpa gol 0-0 melawan Brentford di Gtech Community Stadium pada Jumat, 02 Januari 2026.

Kepulangan Frank ke markas Brentford, klub yang pernah ia tukangi selama tujuh tahun dan berhasil membawa promosi pada 2021, awalnya disambut hangat. Sebelum laga, pria asal Denmark ini menerima standing ovation dan bahkan kado dari suporter tuan rumah. Namun, suasana romantis itu berubah drastis seiring jalannya pertandingan.

Temukan artikel informatif lainnya melalui Mureks. mureks.co.id

Kritik Tajam dari Pendukung Spurs

Performa Tottenham yang dinilai terlalu konservatif memicu kemarahan fans tim tamu. Di babak kedua, tribun suporter Spurs menggema dengan nyanyian “boring, boring Tottenham” (Tottenham yang membosankan). Mereka bahkan menyanyikan nama-nama mantan pemain dari era ketika Spurs masih memainkan sepak bola menyerang yang atraktif.

Merespons ejekan tersebut, Frank mengaku bisa memahaminya. “Tampaknya para penggemar tidak terlalu puas dan itu wajar,” ujar Frank selepas pertandingan. “Ini bukan performa puncak, tapi secara keseluruhan ada dua sisi; akui sisi defensif dari permainan ini, tapi tentu saja sisi ofensif harus lebih baik,” tambahnya mengevaluasi jalannya laga.

Statistik Mengkhawatirkan dan Rekor Terhenti

Tottenham tampil sangat tumpul dalam laga ini. Mereka gagal mencatatkan satu pun tembakan tepat sasaran (shot on target) hingga memasuki masa injury time. Peluang tunggal tersebut lahir melalui sepakan lemah Richarlison yang dengan mudah diamankan kiper Caoimhin Kelleher.

Mureks mencatat bahwa hasil imbang ini sekaligus memutus rekor impresif Tottenham yang telah melakoni 137 pertandingan Liga Premier Inggris tanpa skor kacamata. Saat ini, Spurs masih tertahan di peringkat ke-12 klasemen sementara, sebuah posisi yang jauh dari harapan bagi klub yang baru saja memenangkan Europa League musim lalu di bawah asuhan Ange Postecoglou.

Pembelaan dan Evaluasi Thomas Frank

Gaya bermain Frank yang lebih mengutamakan pertahanan dinilai bertolak belakang dengan filosofi menyerang ‘To Dare Is To Do‘ milik klub. Meski demikian, Frank tetap membela struktur permainan anak asuhnya yang berhasil meredam agresivitas tuan rumah.

“Hal positifnya adalah kami bermain di sini melawan tim tuan rumah yang sangat bagus yang harus Anda hormati, dan membatasi mereka pada jumlah peluang yang sedikit. Saya pikir itu adalah performa defensif yang sangat kuat,” bela pria berusia 52 tahun tersebut.

Namun, ia tidak menutup mata terhadap buruknya aliran bola timnya. “Jumlah kesalahan yang tidak perlu adalah poin negatif terbesar. Kami membuat terlalu banyak kesalahan. Saat kami berada di lini depan, kami kekurangan ketajaman hari ini,” pungkasnya.

Hasil ini membuat tekanan terhadap Frank semakin meningkat, mengingat ia harus segera membuktikan bahwa keputusannya menggantikan Postecoglou adalah langkah yang tepat bagi masa depan The Lilywhites.

Mureks