Antusiasme penggemar sepak bola kembali memuncak menjelang dibukanya bursa transfer paruh musim Super League 2025/26. Periode krusial ini menjadi kesempatan bagi klub untuk merombak skuad demi performa maksimal. Namun, di balik hiruk-pikuk negosiasi, ada regulasi ketat FIFA yang wajib dipatuhi.
Meskipun setiap asosiasi sepak bola memiliki kebebasan menentukan tanggal bursa transfer, penetapan ini harus tunduk pada kerangka regulasi global FIFA. Dokumen Regulations on the Status and Transfer of Players (RSTP) FIFA mengatur durasi, mekanisme, dan persyaratan administrasi secara rinci. Ini bertujuan menjaga integritas kompetisi dari aktivitas transfer yang tidak terkendali di tengah musim.
Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!
Salah satu elemen teknis vital dalam proses ini adalah penggunaan Transfer Matching System (TMS). Sistem daring ini menjadi gerbang utama perpindahan pemain internasional, memastikan transparansi dan akuntabilitas. Tanpa validasi TMS, kesepakatan transfer tidak akan diakui sah.
Mureks mencatat bahwa periode ini diatur secara ketat oleh FIFA, memastikan integritas kompetisi tetap terjaga. Tim redaksi Mureks mencoba merangkum pertanyaan utama mengenai kapan bursa transfer paruh musim ini dibuka dan ditutup, serta membedah lima aspek regulasi FIFA yang wajib diketahui.
Tanggal Resmi dan Aturan Durasi Pendaftaran
Bursa transfer paruh musim atau periode pendaftaran kedua untuk kompetisi Super League akan resmi dibuka pada 10 Januari 2026 dan ditutup pada 6 Februari 2026. Jadwal ini telah disesuaikan dengan regulasi FIFA yang mewajibkan dua periode pendaftaran dalam satu musim: periode pertama di awal musim dan periode kedua di tengah musim. Tanggal-tanggal ini harus dimasukkan ke dalam sistem TMS setidaknya 12 bulan sebelum masa berlakunya.
Durasi sekitar empat minggu ini sesuai Pasal 6 RSTP FIFA, yang menyatakan periode pendaftaran kedua tidak boleh kurang dari empat minggu dan tidak lebih dari delapan minggu. Ini berbeda dengan periode pertama yang diizinkan hingga 12 minggu, dengan pembatasan waktu lebih singkat di tengah musim untuk menjaga stabilitas tim dan kompetisi.
Klub peserta liga harus bekerja efisien dalam rentang waktu 10 Januari hingga 6 Februari. Semua proses administrasi, mulai negosiasi, tes medis, hingga pendaftaran dokumen di sistem, harus tuntas sebelum tenggat waktu. Pendaftaran di luar periode ini dilarang keras, kecuali untuk kasus pengecualian sangat spesifik seperti pemutusan kontrak sepihak dengan alasan yang adil.
Keterlambatan mengurus dokumen dapat berakibat fatal. Jika pemain gagal didaftarkan sebelum jendela transfer ditutup, ia tidak akan memiliki hak bermain hingga periode pendaftaran berikutnya. Oleh karena itu, manajemen waktu menjadi kunci sukses bagi klub.
| Ketentuan | Aturan FIFA (RSTP Art. 6) | Jadwal Super League |
|---|---|---|
| Periode | Periode Pendaftaran Kedua | Paruh Musim |
| Waktu Pelaksanaan | Tengah Musim | 10 Jan – 6 Feb 2026 |
| Durasi Minimum | 4 Minggu | Terpenuhi |
| Durasi Maksimum | 8 Minggu | Terpenuhi |
Kewajiban Menggunakan TMS
Selama periode 10 Januari hingga 6 Februari 2026, aktivitas transfer tidak hanya terjadi di meja negosiasi, tetapi juga di dalam sistem Transfer Matching System (TMS). FIFA mewajibkan penggunaan TMS untuk seluruh transfer internasional pemain profesional maupun amatir dalam sepak bola 11 lawan 11. Sistem ini dirancang untuk membuat proses transfer lebih cepat, lancar, dan transparan.
Klub wajib mengunggah berbagai dokumen pendukung ke TMS, termasuk bukti identitas pemain, kontrak kerja baru, dan perjanjian transfer antarklub. Transparansi ditekankan, di mana klub harus mendeklarasikan semua pembayaran yang dilakukan, termasuk biaya transfer, biaya agen, dan mata uang yang digunakan, guna mencegah aliran dana ilegal.
Fitur kritis TMS adalah pencocokan data. Klub pembeli dan penjual harus memasukkan instruksi transfer secara independen, dan data harus identik. Jika ada perbedaan, sistem akan memicu Matching Exception, dan transfer tidak dapat diproses hingga kedua pihak menyelesaikan ketidakcocokan.
Kegagalan mengoperasikan TMS dengan benar bisa menghambat kepindahan pemain. Setiap klub dan asosiasi wajib memiliki pengguna TMS terlatih dan bertanggung jawab atas semua tindakan dalam sistem. Penguasaan teknologi administrasi kini sama pentingnya dengan kemampuan memandu bakat di lapangan.
| Kategori | Detail Dokumen |
|---|---|
| Identitas | Paspor atau KTP Pemain |
| Kontrak | Kontrak kerja dengan klub baru |
| Transfer | Perjanjian transfer (permanen/pinjaman) |
| Keuangan | Bukti pembayaran & data agen |
Sertifikat Transfer Internasional (ITC)
Pemain asing yang direkrut pada bursa transfer Januari ini tidak bisa langsung bermain. Syarat mutlak agar pemain sah terdaftar di asosiasi baru adalah penerbitan Sertifikat Transfer Internasional (ITC) oleh asosiasi lamanya. Permintaan ITC ini harus dilakukan oleh PSSI melalui TMS paling lambat pada hari terakhir bursa transfer, 6 Februari 2026.
Proses penerbitan ITC memiliki tenggat waktu ketat. Setelah diminta, asosiasi lama memiliki tujuh hari untuk merespons, baik dengan menerbitkan ITC atau menolaknya jika ada sengketa kontrak. Jika dalam tujuh hari tidak ada respons, asosiasi baru berhak mendaftarkan pemain secara sementara (provisional registration). Aturan ini melindungi pemain agar nasibnya tidak terkatung-katung.
ITC juga berfungsi sebagai rekam jejak disiplin pemain. Asosiasi lama wajib menyertakan informasi sanksi disiplin (seperti larangan bertanding hingga empat laga atau tiga bulan) yang belum selesai dijalani pemain. Sanksi tersebut harus ditegakkan oleh asosiasi baru.
Validitas pendaftaran pemain di kompetisi lokal sangat bergantung pada proses ini. Tanpa ITC (atau pendaftaran sementara yang sah), pemain dianggap tidak memenuhi syarat (ineligible), dan klub yang memainkannya bisa terkena sanksi berat termasuk pengurangan poin atau denda.
| Langkah | Tindakan | Batas Waktu |
|---|---|---|
| 1 | Request ITC di TMS | Maks. 6 Feb 2026 |
| 2 | Respons Asosiasi Asal | 7 Hari sejak request |
| 3 | Jika Tidak Ada Respons | Pendaftaran Sementara |
| 4 | Validasi | Pemain Sah Bermain |
Batasan Peminjaman Pemain
Selain transfer permanen, FIFA juga mengatur batasan dan prosedur untuk peminjaman pemain. Proses ini, sama halnya dengan transfer penuh, sangat bergantung pada kelengkapan administrasi dan penerbitan Sertifikat Transfer Internasional (ITC). Pemain yang dipinjamkan dari asosiasi lain juga memerlukan ITC agar sah terdaftar di klub barunya.
Untuk pemain yang direkrut, baik secara permanen maupun pinjaman, syarat mutlak agar sah terdaftar di asosiasi baru adalah penerbitan ITC oleh asosiasi lamanya. Permintaan ITC ini harus dilakukan oleh PSSI melalui TMS paling lambat pada hari terakhir bursa transfer, yaitu 6 Februari 2026. Proses penerbitan ITC memiliki tenggat waktu yang ketat. Setelah diminta, asosiasi lama memiliki waktu tujuh hari untuk merespons, baik dengan menerbitkan ITC atau menolaknya jika ada sengketa kontrak. Jika dalam tujuh hari tidak ada respons, asosiasi baru berhak mendaftarkan pemain tersebut secara sementara (provisional registration). Aturan ini dibuat untuk melindungi pemain agar nasibnya tidak terkatung-katung akibat kelalaian administrasi.
ITC juga berfungsi sebagai rekam jejak disiplin pemain. Asosiasi lama wajib menyertakan informasi mengenai sanksi disiplin (seperti larangan bertanding hingga empat laga atau tiga bulan) yang belum selesai dijalani pemain. Sanksi tersebut kemudian harus ditegakkan oleh asosiasi baru di kompetisi domestik mereka.
Validitas pendaftaran pemain di kompetisi lokal, termasuk status pinjaman, sangat bergantung pada proses ini. Tanpa ITC (atau pendaftaran sementara yang sah), seorang pemain dianggap tidak memenuhi syarat (ineligible), dan klub yang memainkannya bisa terkena sanksi berat termasuk pengurangan poin atau denda.
| Langkah | Tindakan | Batas Waktu |
|---|---|---|
| 1 | Request ITC di TMS | Maks. 6 Feb 2026 |
| 2 | Respons Asosiasi Asal | 7 Hari sejak request |
| 3 | Jika Tidak Ada Respons | Pendaftaran Sementara |
| 4 | Validasi | Pemain Sah Bermain |
Perlindungan Kontrak dan Gaji
Prinsip stabilitas kontrak menjadi fondasi regulasi transfer FIFA. Kontrak hanya boleh diakhiri saat masa berlakunya habis atau dengan kesepakatan bersama. Namun, ada pengecualian penting berupa pemutusan kontrak dengan ‘sebab yang adil’ (just cause), terutama terkait masalah gaji, yang sering menjadi isu sensitif.
Jika klub gagal membayar gaji pemain setidaknya dua bulan secara tidak sah, pemain dianggap memiliki just cause untuk memutus kontraknya. Syaratnya, pemain harus memberikan peringatan tertulis dan memberi tenggat waktu minimal 15 hari kepada klub untuk melunasi tunggakan. Jika tidak dipenuhi, pemain bebas pindah ke klub lain tanpa biaya transfer.
FIFA juga memberikan perlindungan khusus bagi pemain wanita terkait kehamilan. Pemutusan kontrak yang didasarkan pada kehamilan pemain dianggap pemutusan tanpa sebab yang adil. Klub yang melanggar akan menghadapi sanksi olahraga berupa larangan mendaftarkan pemain baru serta kewajiban membayar kompensasi.
Di sisi lain, pemutusan kontrak tanpa sebab yang adil di tengah musim kompetisi sangat dilarang. Pihak yang melanggar (baik pemain atau klub) wajib membayar kompensasi dan dapat dikenakan sanksi olahraga, seperti larangan bermain selama 4-6 bulan bagi pemain atau larangan transfer bagi klub.
Pelanggaran Sanksi Klub Sanksi Pemain Tunggakan Gaji (2+ bln) Kehilangan pemain + Denda Hak putus kontrak Putus Kontrak Tanpa Sebab Larangan Transfer (2 periode) Larangan Main (4-6 bln) Diskriminasi Hamil Larangan Transfer + Denda –






