YouTube kembali menghadapi sorotan tajam terkait masalah moderasi konten di platformnya. Sejumlah pengguna melaporkan telah menemukan foto profil berbau pornografi yang tidak disensor, bahkan konten dewasa terselubung, yang berpotensi diakses oleh pengguna di bawah umur.
Temuan ini pertama kali diungkap oleh pengguna Reddit dengan nama akun u/coreynj. Ia menjelaskan bahwa pengguna dapat melihat saluran dengan foto profil porno tanpa sensor hanya dengan mencari kata kunci tertentu, seperti “XXXX” (kata kunci asli disamarkan untuk keamanan) atau kombinasi serupa.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Yang lebih mengkhawatirkan, foto profil tidak senonoh ini tetap terlihat meskipun pengguna telah keluar dari akun YouTube mereka. Kondisi ini mengindikasikan bahwa anak-anak dan remaja yang belum memiliki akun atau tidak login pun dapat terpapar gambar-gambar tidak pantas tersebut.
Meskipun sebagian besar saluran yang menggunakan foto profil tersebut tidak secara langsung menampilkan konten pornografi, tim redaksi Mureks mencatat adanya modus operandi baru. Beberapa akun ini memiliki daftar putar (playlist) video pendek dengan konten tidak pantas (NSFW) yang diselingi klip-klip biasa. Strategi ini diduga kuat untuk menghindari deteksi dan moderasi otomatis platform.
Klip-klip NSFW tersebut dilaporkan telah ditonton jutaan kali, dengan saluran paling populer memiliki lebih dari 200.000 pelanggan. Indikasi aktivitas bot juga muncul karena akun-akun ini cenderung saling terhubung satu sama lain.
Dalam unggahannya di Reddit, u/coreynj juga menyatakan, “pengguna bisa menemukan video eksplisit di YouTube dengan mencari kata kunci seperti ‘mmd r18’,” seperti dikutip dari Android Authority. Ia juga menambahkan klaim bahwa “YouTube memiliki masalah besar terkait konten hentai tanpa sensor yang terhubung dengan playlist berisi banyak konten NSFW.”
Tim redaksi Mureks mencoba mencari kata kunci yang disebutkan u/coreynj dan masih menemukan foto profil tidak senonoh tersebut, memperkuat kekhawatiran akan celah moderasi ini. Isu ini muncul tak lama setelah YouTube mulai menguji coba fitur baru yang dapat mengaburkan thumbnail video secara otomatis untuk konten yang terkait dengan tema dewasa, menunjukkan bahwa platform sedang berupaya mengatasi masalah serupa.






