Aktor Yama Carlos mengaku diteror pesanan cash on delivery (COD) fiktif dan ancaman setelah mengunggah video kritik penanganan bencana alam. Teror ini memicu pertanyaan tentang kebebasan berekspresi di ruang publik, mendorong sang aktor untuk mempertimbangkan jalur hukum.
Kronologi Teror Usai Kritik Penanganan Bencana
Yama Carlos mengungkapkan kronologi teror yang menimpanya dan sang istri. Insiden ini bermula tak lama setelah ia mengunggah sebuah konten satir di platform TikTok, yang diduga mengkritik penanganan bencana alam di Pulau Sumatra.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
“Intinya seperti ini, beberapa hari yang lalu saya baru saja posting video dan sekarang sudah saya takedown. Mungkin kalian yang ngeh, tahu apa video itu. Karena saya posting video itu, saya kena teror,” keluh Yama Carlos dalam video yang diunggah di akun Instagram terverifikasinya pada 29 Desember 2025.
Menurut Yama Carlos, video tersebut tidak menyebut nama atau pihak manapun. Namun, teror tidak hanya menyasar keluarganya, melainkan juga ibu dari sahabatnya. Nomor ponsel ibu sahabatnya diretas dan direnggut oleh pelaku.
“Lalu, si pelaku ini menyuruh teman saya, untuk saya menghapus 12 konten kalau mau nomor ibunya kembali lagi. Video sudah saya takedown dan langsung nomor ibunya dikembalikan saat itu juga,” jelas bintang film Rambut Kafan dan Kereta Berdarah itu.
Teror COD Fiktif Berlanjut
Yama Carlos sempat menduga masalah akan selesai setelah 12 konten dihapus dan nomor ponsel ibu sahabatnya pulih. Namun, teror justru berlanjut dengan modus baru: transaksi COD fiktif.
“Teror tidak berhenti di situ, setelah teror melalui telepon, menyadap atau meng-hack HP-nya ibunya teman saya, saya mendapatkan kiriman barang COD dengan akun fiktif, mengatasnamakan istri saya, nomor telepon saya, dan alamat yang tidak saya tinggali,” akunya.
Teror COD fiktif ini terus berlangsung hingga hari Yama Carlos mengunggah video pengakuannya di media sosial. Mureks mencatat bahwa bukti transaksi COD fiktif yang diunggah Yama Carlos menunjukkan nilai yang mencapai jutaan rupiah.
Siap Tempuh Jalur Hukum
Menolak untuk berdiam diri, aktor kelahiran Semarang, 28 Desember 1980, ini mengirimkan peringatan keras kepada pelaku. Ia menegaskan akan menempuh jalur hukum jika teror melalui kiriman barang COD fiktif tidak segera dihentikan.
“Jadi kalau teror melalui barang COD ini enggak berhenti juga, saya mohon izin kepada diduga pelaku yang meneror saya dan istri saya. Saya mohon izin untuk menindaklanjuti ini langsung ke ranah hukum,” tegas Yama Carlos.
Yama Carlos juga menyayangkan insiden ini, merasa bahwa kebebasan berekspresi dan berpendapat seolah dikebiri di negara yang ia sebut sebagai negara demokrasi. “Karena (COD fiktif) ini sudah merugikan orang lain. Selamat datang di suatu negara yang katanya negara demokrasi,” pungkasnya dengan nada nyelekit. Unggahan tersebut sontak dibanjiri ribuan komentar dari warganet.






