Influencer Sherly Annavita akhirnya buka suara mengenai serangkaian teror yang ia alami setelah menyuarakan keprihatinannya terkait bencana banjir di Pulau Sumatra. Teror tersebut meliputi makian dan ancaman melalui pesan langsung, pelemparan kantong berisi telur busuk ke rumahnya, hingga penandaan mobil dengan piloks merah.
Menolak untuk diam, pesohor dengan jutaan pengikut di Instagram ini mengambil langkah tegas. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan pihak keamanan kompleks rumahnya untuk mendapatkan perlindungan. Selain itu, Sherly Annavita juga mengunggah video dokumentasi yang berisi berbagai bukti teror ke media sosial.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
Alasan Sherly Annavita Unggah Bukti Teror
Keputusan Sherly Annavita untuk mempublikasikan bukti teror ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, langkah ini diambil agar dirinya tidak dituding menyebarkan hoaks atau drama kebohongan. “Ini sengaja divideokan dengan dibantu 2 orang sahabat, agar punya dokumentasinya/ tidak dianggap hoax dan agar tidak merasa terintimidasi sendirian. Karena pelaku bisa mengetahui persis identitas adik Sherly yang tinggal bareng Sherly,” tulisnya pekan ini.
Sherly menuturkan, pelaku bahkan mencetak identitas KTP adiknya dalam kertas yang digulung, diberi pita, lalu diduga sengaja ditinggalkan di kediamannya. Mureks mencatat bahwa insiden ini menunjukkan tingkat intimidasi yang serius dan terencana.
Dalam video yang diunggahnya, Sherly Annavita memperlihatkan kantong plastik berisi telur busuk yang dilemparkan pelaku. Cairan kuning telur terlihat menggenang di lantai ruang depan hingga bermuara ke pintu gerbang rumahnya.
Pesan Ancaman dan Tuduhan
Sherly Annavita juga membongkar sejumlah gulungan kertas yang diikat dengan pita kuning. Salah satu kertas menampilkan “peringatan” keras yang menyinggung bencana di Aceh. “Sherly!!! Jangan kau manfaatkan bencana di Aceh untuk mencari popularitas murahan dan untuk menambah cuan huat kamu pribadi. Jangan kamu menggiring opini sesat,” demikian isi pesan tersebut, seperti terlihat dalam video unggahan Sherly Annavita.
Meskipun mengalami syok berat akibat rentetan teror ini, Sherly Annavita memilih untuk tidak memperlihatkan keterpukulannya di muka publik. Ia sengaja tidak ingin tampak kaget atau sedih, dengan tujuan untuk menginspirasi korban intimidasi lainnya agar berani dan tidak merasa harus bersembunyi sendirian.
Ia juga mengaku telah mempersiapkan diri, mengingat beberapa influencer atau relawan lain telah lebih dulu mengalami teror serupa. Dalam pernyataan sikap yang diunggah di akun Instagram terverifikasinya pada 30 Desember 2025, Sherly Annavita menguak alasan ketiga, yakni agar publik tidak menormalisasi teror.
“Teror Terhadap Rakyat Tidak Boleh Dinormalisasi”
“Teror terhadap rakyat tidak boleh dinormalisasi apapun alasannya, apalagi teror terhadap perempuan yatim yang hanya tinggal berdua bersama adiknya di perantauan karena Ibunya yang masih harus tinggal dulu di Aceh,” tegas Sherly Annavita.
Hingga Kamis, 1 Januari 2026 siang, unggahan Sherly Annavita telah disukai hampir 250 ribu orang dan dibanjiri lebih dari 13 ribu komentar. Banyak warganet yang memberikan semangat dan dukungan agar Sherly Annavita tetap kuat melawan teror yang ia hadapi.
Sementara itu, bencana banjir di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara masih menyisakan dampak yang belum sepenuhnya pulih. Pemerintah terus mengerahkan seluruh kementerian untuk membantu proses percepatan pemulihan daerah yang terdampak.






