Tren

xAI Batasi Fitur Generasi Gambar Grok di X Setelah Dikecam Produksi Konten Sensual

xAI, perusahaan kecerdasan buatan milik Elon Musk, telah membatasi fitur generasi gambar pada alat AI Grok di platform media sosial X. Langkah ini diambil menyusul gelombang kecaman publik yang meluas setelah Grok kedapatan memproduksi gambar-gambar perempuan dan anak-anak bermuatan sensual.

Dalam beberapa minggu terakhir, kemampuan Grok dalam menghasilkan gambar menjadi sorotan tajam. Pengguna dilaporkan memanfaatkan fitur tersebut untuk mengedit foto orang, mayoritas perempuan, agar terlihat mengenakan bikini. Lebih jauh, banyak pengguna juga menciptakan gambar-gambar seksual yang melibatkan perempuan dan anak-anak di X. Catatan Mureks menunjukkan, alat ini bahkan digunakan untuk menghasilkan ribuan gambar telanjang per jam, seringkali tanpa persetujuan subjek yang bersangkutan.

Klik mureks.co.id untuk tahu artikel menarik lainnya!

Hingga Jumat, 10 Januari 2026, Grok mulai memberitahu pengguna di X bahwa fitur pembuatan dan pengeditan gambar kini memerlukan langganan berbayar. Sebelumnya, fitur-fitur ini diperkenalkan secara gratis di X dengan batasan harian tertentu. Namun, aplikasi Grok yang berdiri sendiri, yang beroperasi terpisah dari jaringan sosial X, masih memungkinkan pengguna untuk menghasilkan gambar tanpa perlu berlangganan.

Menanggapi kontroversi ini, Elon Musk melalui unggahan di X pekan lalu menegaskan, “siapapun yang menggunakan Grok untuk membuat konten ilegal akan menghadapi konsekuensi yang sama seolah-olah mereka mengunggah konten ilegal.” Kebijakan X sendiri secara tegas melarang konten yang menampilkan seksualisasi dan eksploitasi anak-anak, sesuai dengan syarat dan ketentuan layanannya saat ini. Juru bicara xAI belum memberikan komentar resmi terkait pembatasan ini.

Mureks