Hiburan

Wulan Guritno: Awalnya Enggan Berakting di “Malam 3 Yasinan”, Luluh Usai Presentasi Sutradara

Aktris dan produser Wulan Guritno sempat menolak tawaran untuk berakting dalam film terbarunya, Malam 3 Yasinan. Ia mengaku ingin fokus penuh pada perannya sebagai produser. Namun, pendiriannya luluh setelah mendengar presentasi konsep dari sutradara Yannie Sukarya.

Film Malam 3 Yasinan, yang dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 8 Januari 2026, merupakan produksi Helroad Films dan Alkimia Pictures. Dalam proyek ini, Wulan Guritno menjabat sebagai produser bersama Helfi Kardit, Janna Soekasah, dan Amanda Gratiana. Sutradara Yannie Sukarya diberikan kebebasan penuh dalam memilih jajaran pemain.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca di Mureks mureks.co.id.

“Saya membebaskan Yannie untuk memilih pemain-pemainnya. Awalnya, saya diajak main aku enggak mau. Enggak maulah, orang banyak urusan nanti rumit banget hidup gue, kan?” ujar Wulan Guritno dalam sesi wawancara eksklusif di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa keputusan ini menunjukkan komitmen Wulan pada peran barunya di balik layar.

Yannie Sukarya, bersama tim penata peran, kemudian menggelar audisi yang berhasil menunjuk Shalom Razade sebagai pemeran utama. Meski sempat menolak, Wulan Guritno akhirnya dijajaki kembali untuk peran akting. Pendiriannya berubah setelah Yannie mempresentasikan visi karakter.

“Dia memberi proposal soal look para karakternya begini. (Dia bilang) jadi aku butuh muka-muka yang begini. Makanya ada aku, Hamish Daud, Amanda, Janna, mukanya kayak begitu karena ingin membentuk horor klasik berisi tokoh-tokoh belasteran,” jelas Wulan Guritno, mengungkapkan alasan di balik keputusannya.

Wulan Guritno sendiri memerankan karakter Layla dalam film horor tersebut. Ia mengakui bahwa kembali menjadi produser pada tahun 2025 terasa seperti memulai dari nol lagi, meskipun sebelumnya pernah memproduseri film Dilema dan I Am Hope pada tahun 2017.

“Repot banget. Sebelumnya itu terjadi di film Dilema dan I am Hope. Di Dilema aku juga sempat main sedikit itu pun karena paksaan sutradara. Kalau sutradaranya memang mau ya bagaimana,” kenang Wulan. Ia menambahkan, “Kalau sebagai produser aku balik ke titik nol lagi. To be honest, memang pernah bikin film sebelumnya, Dilema dan I am Hope. Itu 2017. Sekarang ada hal baru, tradisi dan kultur baru, cara promosi baru yang harus aku pelajari ulang.”

Tantangan terbesar, menurut Wulan, bukan hanya pada proses produksi, melainkan juga pada strategi kampanye film di era digital. “Kalau bikin film mah, bikin saja. Sudah tahu alurnya. Tapi sesudahnya, bagaimana mengampanyekan film, apalagi di era digital ada TikTok, banyak sekali. Semua mesti saya pelajari lagi,” bebernya.

Malam 3 Yasinan mengisahkan Samira (Shalom Razade) yang syok setelah mengetahui kematian saudara kembarnya, Sara. Kabar duka ini turut mengguncang keluarga besar Djoyodiredjo yang kaya raya, dipimpin oleh pengusaha gula Hendra Djoyodiredjo (Piet Pagau). Film ini juga menampilkan Lily (Janna Soekasah) dan suaminya, Baskara (Hamish Daud), seorang perwira polisi, serta sejumlah tokoh lain dengan motif dan misteri masing-masing.

Wulan Guritno menjanjikan Malam 3 Yasinan akan menyajikan pengalaman horor yang berbeda. Dengan latar dekade 1980-an dan misteri pembunuhan, alur film ini dirancang untuk “membakar” nyali penonton secara perlahan namun pasti. “Enggak asal jumpscare sih,” pungkasnya.

Mureks