Olahraga

Wirtz: “Saya Yakin Itu Offside,” Gol Kontroversialnya Disahkan VAR dalam Laga Fulham vs Liverpool

Laga sengit antara Fulham dan Liverpool pada Minggu (4/1) berakhir imbang 2-2, diwarnai kontroversi gol Florian Wirtz yang diyakini offside oleh sang pemain. Hasil ini membuat kedua tim harus puas berbagi poin setelah drama empat gol di lapangan.

Gol Kontroversial Wirtz yang Mengejutkan

Florian Wirtz, gelandang serang Liverpool, mencetak gol penyama kedudukan 1-1 pada menit ke-57 yang memicu perdebatan. Menariknya, Wirtz sendiri tidak melakukan selebrasi karena merasa yakin golnya tidak sah.

Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.

“Saya benar-benar yakin itu offside, jadi saya bahkan tidak merayakannya. Tentu saya senang bisa mencetak gol, tapi saya lebih memilih tiga poin. Kami tahu tidak ada laga yang mudah di liga ini. Intensitas yang kami tunjukkan di babak kedua jauh lebih baik. Di babak pertama kami tidak menekan dengan baik, tapi setelah jeda performa kami meningkat,” ujar playmaker yang didatangkan dari Bayer Leverkusen dengan nilai £116 juta itu.

Penjelasan VAR dan Toleransi 5 Sentimeter

Keputusan wasit yang mengesahkan gol Wirtz setelah pengecekan VAR yang cukup lama membuat banyak pihak kebingungan. Legenda Liverpool, Jamie Carragher, secara terbuka menyatakan ketidakpercayaannya.

“Saya tahu kadang sudut kamera bisa menipu, tapi dengan adanya titik penalti sebagai acuan, saya benar-benar tidak percaya gol itu disahkan,” kata Carragher.

Namun, Mureks mencatat bahwa Liga Primer Inggris masih menerapkan toleransi margin of error dalam sistem offside semi-otomatis mereka. Berbeda dengan Liga Champions yang menggunakan presisi hingga hitungan milimeter, VAR di EPL menoleransi hingga lima sentimeter, atau selebar garis hijau penentu offside. Dalam kasus ini, kaki Wirtz masih berada dalam batas toleransi tersebut, sehingga gol dinyatakan sah.

Kekecewaan Pelatih Fulham Marco Silva

Pelatih Fulham, Marco Silva, tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap keputusan tersebut. Ia menegaskan bahwa gol Wirtz “jelas-jelas offside” meskipun ia mengakui timnya tidak bisa berbuat banyak.

Silva mengungkapkan kepada Sky Sports, “Itu momen ketika kami kehilangan bola. Kami membangun banyak koneksi permainan, tapi posisi para gelandang harusnya bisa lebih berhati-hati. Nampak jelas-jelas offside, tapi garis-garis itu akhirnya mengesahkan gol. Kami sedikit terlambat bereaksi.”

Ia juga memuji semangat juang anak asuhnya. “Para pemain melakukan segalanya untuk klub ini. Jumlah pemain kami terbatas. Harrison Reed tidak selalu mendapatkan menit bermain yang ia inginkan, tapi dialah yang paling mendorong rekan-rekannya untuk terus maju. Saya sangat senang untuknya, karena jika ada yang pantas mendapatkan momen seperti itu, dialah orangnya,” tambah Silva.

Tantangan Liverpool ke Depan

Manajer Liverpool, Arne Slot, menyayangkan hasil imbang ini, terutama setelah timnya sempat membalikkan keadaan. Harry Wilson membawa Fulham unggul lebih dulu, sebelum Wirtz dan Cody Gakpo membalas. Namun, tendangan spektakuler Harrison Reed di masa injury time memastikan kedua tim berbagi poin.

“Dalam laga tandang, mencetak dua gol seharusnya cukup untuk memenangkan pertandingan. Ini bukan pertama kalinya musim ini kami berjuang keras, merasa sudah menang, tapi kemudian kebobolan lewat sebuah tembakan luar biasa,” kata Slot.

Slot juga menyoroti peluang yang terbuang dan kondisi skuadnya. “Kami memasukkan Joe Gomez, tapi mereka mengambil sepak pojok pendek. Kami kehilangan hasil bagus. Kami punya peluang di babak pertama. Kami juga mengalami situasi serupa lewat Cody Gakpo yang kemudian berujung gol bagi mereka. Dalam dunia ideal, kami ingin melihat Liverpool yang dominan dan menciptakan lebih banyak peluang. Kami mencetak dua gol, dua gol dianulir, dan satu bola membentur mistar. Lagi-lagi, itu belum cukup.”

“Para pemain sudah memberikan segalanya. Saya juga harus memikirkan ketersediaan mereka. Alexander Isak absen, dan saya harus memaksakan atau memainkan Hugo [Ekitike], pemain yang belum pernah tampil di Liga Inggris sebelumnya. Itu semua harus dikelola. Kami masih punya 11 pemain yang sangat bagus di lapangan. Ini bukan hanya terjadi pada kami, banyak tim juga tidak selalu menciptakan banyak peluang di setiap pertandingan. Memang belum sempurna, tapi setidaknya hari ini kami menciptakan lebih banyak peluang dibanding pekan lalu,” jelas Slot.

Tantangan Liverpool akan semakin berat karena mereka akan bertandang ke markas pemuncak klasemen Arsenal pada laga Liga Primer Inggris berikutnya, Jumat (9/1) dini hari WIB.

Mureks