Teknologi

Waspada! Tiga Perangkat Elektronik Ini Diam-diam Sedot Listrik, Bikin Tagihan Bulanan Membengkak

Banyak rumah tangga di Indonesia kerap dikejutkan dengan lonjakan tagihan listrik bulanan, padahal tidak ada penambahan perangkat elektronik baru. Fenomena ini, yang dikenal sebagai phantom load atau ‘beban hantu’, menjadi penyebab utama pemborosan energi yang tidak disadari.

Beban hantu merujuk pada konsumsi daya listrik oleh perangkat elektronik yang tetap terhubung ke stopkontak, meskipun dalam keadaan mati atau mode siaga (standby). Menurut data Kementerian ESDM, konsumsi listrik dari perangkat dalam mode siaga dapat mencapai hingga 10% dari total konsumsi listrik rumah tangga. Mureks mencatat bahwa potensi penghematan dari penanganan masalah ini bisa mencapai ratusan ribu rupiah per bulan.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Perangkat modern dirancang untuk siaga instan, memungkinkan mereka menyala dengan cepat saat dibutuhkan. Namun, kenyamanan ini datang dengan biaya energi. Lampu indikator kecil, sirkuit Wi-Fi, sensor jarak jauh, atau sistem pengisian baterai cadangan tetap aktif 24 jam sehari, terus menarik daya.

Sebagai ilustrasi, satu televisi yang dalam mode siaga dapat menyedot sekitar 3 watt per hari. Jika dikalikan 30 hari, konsumsi daya mencapai 90 watt per bulan hanya dari satu TV. Apabila ada lima perangkat serupa di rumah, total daya yang terbuang bisa lebih dari 400 watt per bulan. Jika dikonversikan dengan tarif listrik rata-rata Rp1.600/kWh, kerugian finansial bisa mencapai Rp60.000 hingga Rp150.000 setiap bulan, atau hampir Rp2 juta per tahun!

Tiga Perangkat Elektronik Penyedot Listrik Diam-diam

1. Televisi Pintar: Mode Siaga Bukan Berarti Mati Total

Banyak pemilik rumah keliru menganggap bahwa menekan tombol ‘power’ pada remote control televisi pintar berarti perangkat tersebut mati sepenuhnya. Padahal, ini adalah mitos yang dapat menyebabkan pemborosan energi.

Televisi pintar modern, meskipun hemat daya saat menyala (biasanya kurang dari 100 watt), tidak pernah benar-benar mati total. Mode siaga dirancang untuk memungkinkan TV merespons perintah suara, mengunduh pembaruan otomatis, atau menyala instan saat remote ditekan.

Menurut data dari produsen seperti TCL dan Samsung, televisi dalam keadaan ‘mati’ masih mengonsumsi daya antara 0,5 hingga 3 watt secara terus-menerus. Lampu indikator kecil di bagian depan TV adalah bukti nyata bahwa meteran listrik Anda terus berputar, meskipun Anda tidak sedang menonton.

Untuk memutus aliran energi yang tidak perlu dan menghemat tagihan listrik, langkah sederhana yang dapat dilakukan adalah mencabut kabel perangkat elektronik dari stopkontak saat tidak digunakan dalam jangka waktu lama. Tindakan kecil ini dapat secara signifikan mengurangi ‘beban hantu’ dan membantu mengendalikan pengeluaran bulanan Anda.

Mureks