Persaingan di pasar prosesor desktop kelas atas semakin memanas. Intel, yang sebelumnya dikenal menguasai segmen menengah ke bawah, kini secara agresif menantang dominasi AMD dengan menawarkan performa mendekati level flagship namun dengan harga dan efisiensi daya yang jauh lebih kompetitif.
Fenomena ini terlihat jelas dari perbandingan antara AMD Ryzen 9 7950X dan Intel Core Ultra 7 265KF. Di atas kertas, Ryzen 9 7950X tampak unggul dengan 16 inti dan 32 thread, sementara chip Intel memiliki 20 thread yang merupakan kombinasi inti performa dan efisiensi. Namun, hasil benchmark menunjukkan cerita yang berbeda dan lebih menarik.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Performa Komparatif: AMD Unggul Tipis, Intel Lebih Efisien
Menurut data benchmark PassMark CPU Mark, Ryzen 9 7950X mencetak sekitar 62.260 poin, sedikit di atas Core Ultra 7 265KF yang meraih sekitar 58.734 poin. Selisih ini terbilang kecil, terutama jika mempertimbangkan perbedaan spesifikasi perangkat keras dan harga kedua prosesor.
Lebih lanjut, dalam performa single-thread, celah tersebut semakin menyempit. Prosesor Intel mencatat sekitar 4.926 poin, sedikit mengungguli Ryzen 9 7950X yang berada di angka 4.876. Performa single-thread ini krusial untuk beban kerja desktop sehari-hari yang tidak sepenuhnya memanfaatkan puluhan thread.
Disparitas Harga dan Efisiensi Daya
Mureks mencatat bahwa perbedaan harga menjadi faktor penentu utama dalam perbandingan ini. Core Ultra 7 265KF dijual sekitar $270 di Amazon, sementara Ryzen 9 7950X dibanderol jauh lebih mahal, yakni sekitar $501 di B&H. Membayar hampir dua kali lipat untuk keunggulan persentase satu digit dalam benchmark agregat menggeser argumen nilai dari jumlah inti ke arah efisiensi.
Aspek konsumsi daya juga memperkuat ketidakseimbangan ini. Chip AMD memiliki rating 170W, berbanding dengan 125W milik Intel. Estimasi biaya energi tahunan mencerminkan perbedaan tersebut, dengan sekitar $31 untuk prosesor Ryzen dan sekitar $23 untuk chip Intel.
Implikasi Pasar dan Pergeseran Peran
Ryzen 9 7950X masih memiliki tempat dalam beban kerja yang sangat mengandalkan banyak thread, seperti rendering, simulasi, dan kompilasi kode skala besar. Namun, di luar skenario tersebut, keunggulan AMD cepat berkurang.
Sebelumnya, Intel mulai menyerupai “AMD lama” dengan menawarkan performa lebih tinggi dengan harga lebih rendah di segmen bawah $200. Di segmen kelas atas, meskipun perannya tidak sepenuhnya bertukar, tekanan yang dirasakan AMD kini terasa familiar. Intel menghadirkan performa yang cukup dekat, membuat harga premium AMD sulit untuk dibenarkan.






