Teknologi

Warhorse Studios Sinyalkan Proyek Rahasia Berbasis Unreal Engine Setelah Sukses Kingdom Come Deliverance 2

Warhorse Studios, pengembang di balik gim RPG populer Kingdom Come Deliverance 2, dikabarkan tengah mengincar talenta dengan pengalaman Unreal Engine untuk proyek mereka selanjutnya. Indikasi ini muncul meski studio tersebut sukses besar dengan Kingdom Come Deliverance 2 yang dikembangkan menggunakan CryEngine.

Dirilis pada tahun 2025, Kingdom Come Deliverance 2 (KCD2) menempati posisi keempat dalam daftar Game of the Year versi sejumlah media dan meraih penghargaan di berbagai platform. Bahkan, gim ini sempat masuk nominasi di ajang Geoffies, sebuah pencapaian signifikan di industri gim. Namun, menurut pantauan Mureks, gim ini jarang menjadi topik perbincangan di kalangan umum, meskipun dianggap sebagai salah satu gim abad pertengahan terbaik yang pernah dibuat.

Baca liputan informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id

Meski demikian, proyek Warhorse Studios berikutnya kemungkinan besar akan sangat berbeda. Rumor mengenai potensi perubahan mesin pengembangan muncul dari serangkaian lowongan kerja yang dibuka studio tersebut selama setahun terakhir.

Salah satu lowongan untuk posisi ‘senior technical animator’ secara eksplisit mencantumkan “experience working with animation blueprints, state machines, and physics-based animations in Unreal Engine” sebagai syarat utama. Lowongan lain untuk ‘dev ops / infrastructure engineer’ juga menyebutkan pengetahuan tentang TeamCity dan Unreal Engine Horde sebagai nilai tambah.

Bukti paling kuat datang dari unggahan di forum tech-artists.org pada Desember 2024. Pengguna bernama ‘Knedlo’ mencari programmer dan technical artist “for our next UE project,” disertai dua tautan ke iklan lowongan kerja di situs Warhorse. Profil pengguna ‘Knedlo’ sendiri teridentifikasi sebagai Jakub Holík, yang merupakan tech ops lead di Warhorse Studios.

Belum jelas secara pasti implikasi dari temuan ini. Unreal Engine tampaknya akan menjadi bagian dari masa depan Warhorse, namun ini tidak serta-merta berarti Kingdom Come Deliverance 3, jika memang akan ada, akan dikembangkan dengan mesin yang sama. Warhorse bisa saja beralih mesin sepenuhnya, atau bahkan mengerjakan dua gim secara bersamaan. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa studio ini bisa saja mengembangkan proyek spin-off Kingdom Come ala Gwent di Unreal Engine, atau RPG fiksi ilmiah yang tidak bisa ditangani CryEngine.

Menariknya, Warhorse Studios mempertimbangkan Unreal Engine setelah meraih kesuksesan besar dengan CryEngine. Keberhasilan komersial Kingdom Come Deliverance 2 bisa jadi memberikan efek seperti Baldur’s Gate 3 bagi studio, memungkinkan pengembangan dua gim secara simultan dengan rekrutmen dan penggunaan sumber daya yang tepat.

Manajer Komunitas Warhorse, Tobias Stolz-Zwilling, pernah menyatakan kepada kami di Gamescom bahwa studio merasa “really at home with immersive RPGs.” Meskipun ia mengonfirmasi bahwa cerita Henry telah selesai, ia mengklarifikasi “that doesn’t mean the Kingdom Come Deliverance IP is over forever.”

Stolz-Zwilling juga sempat melontarkan ide-ide ‘gila’ untuk masa depan Warhorse. “No matter if it will be in space or underwater or whatever, [immersive RPGs are] what we want to try and establish,” ujarnya.

Banyak misteri yang masih menyelimuti proyek (atau proyek-proyek) Warhorse Studios selanjutnya. Namun, satu hal yang pasti: lebih banyak pemain perlu mencoba RPG terbaik tahun lalu ini untuk mengetahui apa yang mereka lewatkan.

Mureks