Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengancam akan menjatuhkan sanksi administratif hingga pemutusan akses terhadap layanan Grok AI dan platform X. Ancaman ini muncul setelah dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan (AI) Grok AI untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila. Di sisi lain, dunia teknologi juga menyoroti kabar peluncuran seri ponsel terlaris Samsung yang akan dimajukan pada awal tahun 2026.
Komdigi Ancam Blokir Grok AI dan X Terkait Konten Asusila
Komdigi tengah menindaklanjuti dugaan penyalahgunaan fitur kecerdasan buatan (AI) Grok AI pada platform X. Teknologi ini disinyalir dimanfaatkan untuk memproduksi dan menyebarkan konten asusila, termasuk manipulasi foto pribadi atau deepfake tanpa persetujuan korban. Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengungkapkan bahwa berdasarkan penelusuran awal, Grok AI belum memiliki sistem pengamanan yang memadai.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Alexander menegaskan, tidak adanya pengaturan eksplisit untuk mencegah konten pornografi berbasis foto warga Indonesia berisiko melanggar privasi dan hak atas citra diri. “Temuan awal menunjukkan belum adanya pengaturan spesifik dalam Grok AI untuk mencegah pemanfaatan teknologi ini dalam pembuatan dan penyebaran konten pornografi berbasis foto pribadi,” ujar Alexander pada Rabu (7/1/2026).
Komdigi menekankan bahwa manipulasi digital terhadap foto pribadi bukan sekadar pelanggaran kesusilaan, melainkan bentuk perampasan identitas visual yang berdampak buruk pada psikologis dan reputasi korban. Sebagai langkah tegas, Komdigi berkoordinasi dengan para Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE), termasuk platform X, untuk memperkuat moderasi konten dan mempercepat penanganan laporan pelanggaran. Alexander memperingatkan bahwa kepatuhan terhadap hukum Indonesia adalah kewajiban mutlak bagi seluruh PSE yang beroperasi di Tanah Air. Mureks mencatat bahwa isu penyalahgunaan AI untuk konten negatif semakin mendesak untuk ditangani secara serius.
Samsung Siapkan Peluncuran Galaxy A37 dan A57 Lebih Awal
Samsung dikabarkan akan meluncurkan ponsel kelas menengah terlarisnya, Galaxy A37 dan Galaxy A57, lebih awal pada tahun 2026. Kedua model ini merupakan penerus seri Galaxy A36 dan A56, yang selama ini menjadi penyumbang pendapatan terbesar bagi perusahaan. Duo HP ini dikenal menawarkan perpaduan spesifikasi kompetitif dengan harga relatif terjangkau, menjadikannya diminati pasar global.
Mengutip Sam Mobile pada Rabu (7/1/2026), Samsung umumnya meluncurkan model ponsel terbarunya pada periode Maret atau April setiap tahun. Namun, untuk tahun 2026, jadwal peluncuran Galaxy A37 dan Galaxy A57 diperkirakan akan dimajukan. Berdasarkan rumor yang beredar di platform X, kedua perangkat tersebut diklaim bakal diluncurkan pada Februari 2026, lebih cepat dari jadwal biasanya.
Selain Galaxy A37 dan A57, Samsung juga dikabarkan akan meluncurkan Galaxy A07 5G, salah satu ponsel terjangkau dari seri Galaxy A, pada Januari 2026. Seri flagship terbaru, Galaxy S26, juga diperkirakan akan diperkenalkan pada Februari 2026. Meskipun Galaxy A37 dan Galaxy A57 berada pada segmen berbeda dari lini premium, peluncuran ponsel kelas menengah lebih awal ini menimbulkan pertanyaan mengenai strategi Samsung dalam mengatur waktu rilis produknya. Hingga saat ini, Samsung belum memberikan konfirmasi resmi mengenai jadwal peluncuran seri Galaxy S26. Namun, sejumlah rumor menyebut Februari sebagai jendela peluncuran untuk ketiga model dalam lini Galaxy S26 series.
Galaxy S27 Ultra Berpotensi Hadirkan Peningkatan Kamera Signifikan
Samsung kembali bersiap meluncurkan jajaran smartphone flagship non-lipat terbarunya, seri Galaxy S26, yang dijadwalkan meluncur pada Februari 2026. Dilansir dari SamMobile pada Rabu (7/1/2026), Galaxy S26 Ultra rumornya akan memiliki konfigurasi kamera yang sama dengan Galaxy S25 Ultra yang sudah ada di pasaran. Kabar ini memicu kekecewaan sebagian pengguna yang berharap adanya lompatan besar pada sektor kamera, mengingat lini Ultra dikenal sebagai etalase inovasi teknologi lensa Samsung.
Isu ini tidak berhenti di Galaxy S26 Ultra. Laporan yang sama menyebut raksasa teknologi asal Korea Selatan itu berpotensi menerapkan pendekatan serupa pada Galaxy S27 Ultra di tahun depan. Spekulasi ini memunculkan anggapan bahwa Samsung cenderung bermain aman demi menjaga efisiensi dan profitabilitas. Namun, bocoran terbaru dari tipster ternama Ice Universe memberikan sudut pandang berbeda. Melalui cuitan di akun miliknya di platform X, ia mengklaim Samsung tengah menyiapkan pembaruan kamera yang lebih signifikan untuk Galaxy S27 Ultra.
“Galaxy S27 Ultra akan menggunakan sensor baru untuk kamera utama, ultra-wide, dan kamera depan,” cuit Ice Universe di X. Meskipun ada kabar soal sensor baru, Ice Universe juga mengungkap bahwa kamera telefoto Galaxy S27 Ultra masih akan menggunakan model yang sama dengan generasi sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa Samsung lebih memilih pembaruan secara bertahap tanpa melakukan perubahan besar pada seluruh sistem kamera.






