PADANG – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI akan memprioritaskan program revitalisasi bagi sekolah atau satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat akibat banjir bandang dan tanah longsor di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada tahun 2026. Prioritas ini disampaikan langsung oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, di Kota Padang pada Senin (5/1).
“Nah, adapun yang rusak berat dan sudah tidak bisa digunakan lagi, in syaa Allah akan kami prioritaskan untuk program revitalisasi tahun ini,” tegas Atip Latipulhayat saat meninjau proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 12 Kota Padang. Kunjungan Wamendikdasmen tersebut juga bertujuan untuk memastikan kesiapan seluruh satuan pendidikan di daerah terdampak bencana dalam memulai kembali proses pendidikan.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pendataan dan Klasifikasi Kerusakan Sekolah
Atip menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kemendikdasmen telah rampung melakukan pendataan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak bencana. Pendataan ini mengklasifikasikan kerusakan menjadi tiga kategori: ringan, sedang, dan berat.
Secara spesifik, Mureks mencatat bahwa di Provinsi Sumatera Barat, terdapat 501 sekolah yang mengalami dampak banjir bandang dan tanah longsor. Angka ini merupakan bagian dari total 4.470 satuan pendidikan di tiga provinsi yang memerlukan penanganan pascabencana.
Wamendikdasmen menambahkan, dari ketiga provinsi tersebut, Aceh menjadi wilayah dengan kondisi terparah, mencatat 2.756 unit sekolah terdampak. Sementara itu, di Provinsi Sumatera Utara, sebanyak 1.213 unit sekolah terkena dampak bencana.
Bantuan Operasional dan Logistik Disalurkan
Pada kesempatan yang sama, Kemendikdasmen juga menyalurkan bantuan operasional untuk sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas. Masing-masing jenjang menerima bantuan sebesar Rp15 juta. Dukungan finansial ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan bagi institusi pendidikan yang terdampak.
Selain itu, bantuan langsung turut diberikan kepada peserta didik berupa alat-alat tulis, makanan, hingga susu kaleng. Bantuan ini diserahkan langsung kepada perwakilan anak didik taman kanak-kanak yang juga terdampak bencana, menunjukkan komitmen Kemendikdasmen dalam memastikan keberlangsungan pendidikan dan kesejahteraan siswa.





