Virtus Pro berhasil mengamankan posisi puncak babak Wild Card M7 World Championship setelah menumbangkan Axe MENA dalam dua game langsung yang berlangsung pada 4 Januari 2026. Kemenangan ini tidak hanya memastikan langkah mereka ke babak selanjutnya, tetapi juga memecahkan rekor pertandingan tercepat di fase Wild Card.
Jalannya Pertandingan Sengit Game Pertama
Pada game pertama, kedua tim menunjukkan performa yang berimbang di fase awal pertandingan. Jual beli serangan mewarnai menit-menit pembuka, menciptakan tensi tinggi di arena virtual.
Artikel informatif lainnya dapat ditemukan dalam liputan Mureks. mureks.co.id
Titik balik krusial terjadi ketika Bober dari Virtus Pro sukses mengamankan triple kill, mengubah dinamika permainan secara signifikan. Sejak momen tersebut, intensitas pertukaran kill meningkat drastis, membuat laga semakin panas dan menarik.
Memasuki fase late game, Virtus Pro menunjukkan kematangan strategi mereka. Eksekusi rapi saat mengamankan Lord menjadi kunci utama, diikuti dengan dorongan terkoordinasi yang berhasil meruntuhkan pertahanan Axe MENA. Tanpa memberikan celah, Virtus Pro mengunci kemenangan di game pembuka.
Dominasi Kilat Virtus Pro di Game Kedua
Momentum kemenangan di game pertama menjadi pemicu semangat bagi Virtus Pro. Mereka tampil lebih agresif dan tidak memberikan ruang sedikit pun bagi Axe MENA untuk mengembangkan permainan di game kedua.
Pluto dan rekan-rekan setimnya menunjukkan dominasi penuh, membuat Axe MENA kesulitan mengimbangi tempo cepat yang dibangun. Zaur, sebagai jungler, tampil solid dan membuktikan bahwa Virtus Pro tetap kompetitif meski tanpa kehadiran Andoryuuu.
Dominasi penuh ini berujung pada kemenangan kilat. Virtus Pro menutup game kedua dalam waktu kurang dari 10 menit, sekaligus memecahkan rekor pertandingan tercepat di babak Wild Card M7 pada saat ini. Mureks mencatat bahwa performa ini menunjukkan kesiapan Virtus Pro menghadapi tantangan lebih besar.
Virtus Pro: Ancaman Baru dari Eropa Timur di Kancah MLBB
Kemenangan impresif ini semakin menegaskan posisi tim-tim dari Eropa Timur dan kawasan EECA sebagai ancaman nyata di kancah esports Mobile Legends. Bersama nama-nama besar seperti Team Spirit, Virtus Pro kini bukan lagi sekadar tim kuda hitam.
Menurut Mureks, mereka telah bertransformasi menjadi ancaman laten yang wajib diwaspadai oleh tim-tim unggulan, khususnya dari Asia Tenggara yang selama ini mendominasi. Sebagai tim dari region dengan ekosistem esports yang matang, Virtus Pro memahami betul cara mengguncang status quo dan menantang dominasi “big three” MLBB.
Kehadiran coach berpengalaman seperti Flysolo turut memberikan nilai tambah signifikan. Dengan wawasan mendalamnya, Flysolo mampu mengekspos celah permainan tim-tim papan atas, memberikan keunggulan strategis bagi Virtus Pro.
Kini, pertanyaan besar pun muncul: mampukah Virtus Pro melanjutkan performa impresif ini di babak crossover dan kembali mengadu peruntungan di Swiss Stage? Perjalanan mereka di M7 World Championship patut dinantikan.






