Valerion, anak perusahaan dari AWOL Vision yang dikenal dengan proyektor long-throw premium, mengumumkan kehadiran dua proyektor ultra-short throw (UST) terbarunya, Aetherion Max dan Aetherion Pro, di ajang CES 2026. Kedua perangkat ini diklaim sebagai model UST pertama di dunia yang mampu menghasilkan gambar 4K hingga ukuran 200 inci.
Tidak hanya unggul dalam ukuran visual, proyektor ini juga dirancang untuk pengalaman bermain gim yang imersif. Keduanya menawarkan latensi kelas 1ms, menjadikannya pilihan menarik bagi para gamer yang mencari responsivitas tinggi.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Spesifikasi Unggulan Aetherion Max dan Aetherion Pro
Aetherion Max hadir dengan kemampuan 2.600 ISO lumens, sementara Aetherion Pro menawarkan kecerahan yang lebih tinggi, mencapai 3.300 ISO lumens. Menurut pantauan Mureks, kedua proyektor ini memiliki kontras asli 6.000:1, serta mendukung fitur VRR (Variable Refresh Rate) dan ALLM (Auto Low Latency Mode) yang esensial untuk pengalaman visual yang mulus.
AWOL Vision juga menyematkan teknologi PixelLock eksklusif mereka pada kedua model ini. Teknologi tersebut diklaim mampu menghasilkan ketajaman gambar yang “bedah, dari ujung ke ujung” dengan menghilangkan pixel drift dan pemisahan warna. PixelLock menggabungkan elemen optik, mekanis, dan digital untuk mengkompensasi toleransi elemen lensa, ekspansi akibat suhu, artefak sekuensing DLP, dan masalah lainnya.
Lensa proyektor menggunakan kaca safir dengan lapisan rare earth yang menjanjikan “hampir nol” aberasi kromatik. Lensa ini juga dilengkapi dengan film optik yang diproduksi di ruang bersih berstandar farmasi dan penutup lensa bermotor yang kedap debu untuk menjaga kejernihan.
Fitur Canggih dan Ketersediaan
Baik Aetherion Max maupun Aetherion Pro beroperasi dengan Google Android TV 14.0 dan ditenagai oleh chipset MT9655 yang cepat, didukung oleh 8GB RAM dan 128GB ROM. Kontras asli 6.000:1 diperkuat dengan Enhanced Black Level 60.000:1, yang dicapai melalui sistem IRIS tujuh tingkat dengan penyempurnaan bayangan EBL. Desainnya menjanjikan kebocoran cahaya nol untuk warna hitam yang lebih pekat dan sorotan yang lebih jernih.
Untuk para penggemar gim, spesifikasi yang ditawarkan sangat mengesankan. Proyektor ini memiliki latensi input kelas 1ms pada 240Hz, dukungan Dolby Vision Gaming, Gigabit Ethernet, dan Wi-Fi 7. Pengguna juga dapat menyesuaikan perilaku kontras, pemetaan warna, kurva nada, dan geometri piksel secara penuh.
Aetherion Max dibanderol seharga $3.499 (sekitar Rp 54,5 juta) dan Aetherion Pro seharga $4.499 (sekitar Rp 70 juta). Harga untuk pasar Inggris dan Australia akan diumumkan kemudian. Penawaran early bird dan bundel edisi terbatas akan tersedia di Kickstarter mulai bulan ini, dan penjualan resmi akan dimulai pada Maret 2026.






