Tren

Turki Perkuat Suriah dengan Konvoi Lapis Baja Raksasa via Bab al-Hawa Pasca Perjanjian Militer

ANKARA – Turki dilaporkan telah mengerahkan konvoi besar kendaraan lapis baja ke wilayah Suriah. Pergerakan militer ini terpantau melalui perbatasan Bab al-Hawa pada Kamis, 1 Januari 2026, menurut rekaman video yang beredar luas secara daring.

Rekaman yang muncul semalam menunjukkan aliran kendaraan lapis baja yang terus-menerus melintasi perbatasan menuju Suriah utara. Bab al-Hawa sendiri merupakan salah satu titik perbatasan utama antara kedua negara. Beberapa klip video memperlihatkan bahwa konvoi tersebut membentang cukup jauh, dengan beberapa pengamat memperkirakan jumlah kendaraan mencapai ratusan unit.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Dukungan Militer Pasca Perubahan Kepemimpinan

Kendaraan-kendaraan tersebut diperkirakan merupakan bantuan militer dari Turki yang ditujukan untuk digunakan oleh Tentara Suriah. Pengerahan pasukan ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian kerja sama militer yang disepakati Turki dengan Suriah pada Agustus 2025.

Dalam perjanjian tersebut, Ankara berkomitmen untuk memasok senjata dan peralatan guna membantu membangun kembali angkatan bersenjata Suriah. Perjanjian ini sendiri disimpulkan setelah penggulingan mantan presiden Suriah Bashar al-Assad pada Desember 2024 dan pelantikan pemerintahan baru di bawah Presiden Ahmed al-Sharaa.

Menurut pantauan Mureks dari berbagai sumber intelijen terbuka, konvoi ini merepresentasikan dukungan militer langsung dari Turki, bukan pengiriman komersial atau kemanusiaan. Kendaraan yang terlihat tampaknya mencakup pengangkut personel lapis baja dan platform terlindungi lainnya yang cocok untuk keamanan internal serta penempatan di garis depan, meskipun rincian resmi mengenai peralatan tersebut belum dirilis.

Peran Turki dalam Normalisasi Kawasan

Tentara Suriah, yang telah mengalami restrukturisasi signifikan sejak perubahan kepemimpinan, adalah penerima utama dari konvoi ini. Turki dan Suriah meresmikan kerja sama pertahanan awal tahun ini sebagai bagian dari proses normalisasi yang lebih luas. Proses ini mencakup koordinasi keamanan perbatasan dan langkah-langkah bersama yang bertujuan untuk memulihkan kendali pusat atas Suriah utara.

Bab al-Hawa, yang terletak di perbatasan Turki-Suriah di provinsi Idlib, secara historis berfungsi sebagai gerbang logistik utama ke Suriah. Penyeberangan ini sebelumnya telah digunakan untuk pengiriman bantuan kemanusiaan serta pergerakan militer oleh berbagai aktor selama konflik bertahun-tahun. Skala konvoi saat ini membedakannya dari transfer rutin yang diamati di masa lalu.

Beberapa kelompok pemantau OSINT melaporkan bahwa konvoi Turki yang serupa, meskipun lebih kecil, telah menyeberang ke Suriah dalam beberapa bulan terakhir. Pergerakan ini bertepatan dengan perluasan peran keamanan Turki di Suriah utara di tengah kesepakatan yang rapuh dengan kelompok bersenjata Kurdi dan upaya berkelanjutan untuk menstabilkan daerah-daerah yang terkena dampak konflik.

Mureks