Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengeluarkan peringatan keras kepada negara-negara anggota Organisasi Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) pada Kamis, 08 Januari 2026. Pernyataan ini muncul di tengah kegaduhan aliansi akibat ancaman Trump untuk mengambil alih Greenland dari Denmark.
Trump secara eksplisit menyatakan keraguannya terhadap komitmen timbal balik sekutu NATO jika Washington membutuhkan bantuan. “Kita akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka tidak akan ada untuk kita,” ucap Trump melalui platform media sosial Truth Social, seperti dilansir AFP.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.
Kedaulatan Greenland dan Reaksi NATO
Pernyataan Trump tersebut disampaikan sehari setelah Gedung Putih mengindikasikan bahwa intervensi militer untuk menguasai Greenland tidak dikesampingkan. Rencana ini memicu kewaspadaan serius di kalangan anggota NATO di Eropa, yang melihat langkah tersebut sebagai ancaman eksistensial terhadap aliansi.
Menanggapi situasi ini, enam negara anggota NATO bergabung dengan Denmark dalam menyerukan penghormatan terhadap kedaulatan Greenland. Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris secara kompak menegaskan dalam pernyataan bersama bahwa “Greenland adalah milik rakyatnya. Hanya Denmark dan Greenland, yang berhak memutuskan hal-hal yang menyangkut soal Denmark dan Greenland”.
Kritik Trump terhadap Pengeluaran Militer NATO
Dalam unggahannya, Trump juga mengulang kritiknya yang sering ia sampaikan mengenai banyak anggota NATO yang belum memenuhi komitmen pengeluaran militer mereka. “AS, dengan bodohnya, membayar untuk mereka! Saya, secara terhormat, membuat mereka mencapai 5 persen PDB (Pendapatan Domestik Bruto), DAN MEREKA MEMBAYAR, segera,” tegasnya.
Mureks mencatat bahwa isu pembagian beban pengeluaran militer telah menjadi sorotan utama Trump selama masa kepresidenannya sebelumnya, seringkali menimbulkan ketegangan dengan sekutu Eropa.
Meskipun demikian, Trump menambahkan bahwa negara-negara anggota NATO “semuanya adalah teman saya”. Ia, yang memposisikan diri sebagai pembawa perdamaian global, mengklaim bahwa China dan Rusia “sama sekali tidak takut pada NATO” tanpa AS sebagai bagian dari aliansi tersebut.
Menurut Trump, “Satu-satunya negara yang ditakuti dan dihormati oleh China dan Rusia adalah AS yang DIBANGUN KEMBALI oleh DJT,” merujuk pada dirinya sendiri dengan inisial namanya.






