Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya, Cilia Flores, kini berada di atas sebuah kapal yang sedang dalam perjalanan menuju New York. Trump menyebut, keduanya akan menghadapi dakwaan serius terkait kampanye narkoterorisme.
Dalam pernyataannya kepada wartawan pada Sabtu (3/1) waktu setempat, Trump menjelaskan rute perjalanan tersebut. “Saat ini, mereka berada di sebuah kapal. Mereka akan menuju, pada akhirnya, New York dan kemudian akan diambil keputusan. Saya kira, antara New York dan Miami atau Florida,” ujar Trump.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Trump juga menegaskan bahwa bukti yang sangat kuat akan dipaparkan di pengadilan. Menurut Mureks, pernyataan ini mengindikasikan perkembangan signifikan dalam kasus hukum terhadap pemimpin Venezuela tersebut.
“Maduro dan (Cilia) Flores telah didakwa di Distrik Selatan New York oleh Jay Clayton atas kampanye narkoterorisme mematikan mereka terhadap Amerika Serikat dan warga negaranya,” kata Trump. Dakwaan ini menyoroti dugaan keterlibatan mereka dalam aktivitas yang merugikan keamanan AS.
Melalui platform Truth Social miliknya, Trump merilis sebuah foto yang menunjukkan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam tahanan AS. Foto tersebut memperlihatkan Maduro mengenakan setelan olahraga, matanya ditutup penutup mata, dan headphone terpasang di telinganya, saat berada di atas kapal perang USS Iwo Jima.
Tindakan penutupan mata dan penggunaan headphone tersebut, Mureks mencatat, tampaknya dimaksudkan untuk mencegah Maduro mengetahui lokasi keberadaannya atau memahami apa yang sedang terjadi di sekitarnya selama proses penangkapan dan perjalanan.




