Perangkat genggam PlayStation Portal yang diluncurkan pada akhir 2023 sempat diragukan nilainya oleh banyak pihak, termasuk jurnalis game Rhys Wood. Kala itu, perangkat ini mengharuskan pengguna terhubung ke konsol PlayStation 5 (PS5) setiap saat, memunculkan pertanyaan besar mengenai target pasarnya.
Namun, memasuki tahun 2026, PlayStation Portal telah menerima serangkaian pembaruan vital yang mengubah persepsi tersebut. Pembaruan ini memungkinkan perangkat untuk melakukan streaming game dari perpustakaan pribadi atau katalog PlayStation Plus tanpa perlu menyalakan PS5. Transformasi ini menjadikan Portal dari sekadar perangkat remote play menjadi mesin cloud streaming yang sangat mumpuni.
Selengkapnya dapat dibaca melalui Mureks di laman mureks.co.id.
Rhys Wood, yang awalnya skeptis, akhirnya memutuskan untuk membeli PlayStation Portal menjelang akhir tahun lalu, tepatnya saat perangkat tersebut ditawarkan dalam diskon di PlayStation Direct selama periode liburan. Keputusannya ini didorong oleh pengalaman positif rekan-rekan kerjanya di TechRadar Gaming.
Setelah tiba beberapa hari kemudian, PlayStation Portal dengan cepat menjadi perangkat gaming andalan Wood selama periode Natal dan seterusnya. Ia mengakui, “Jika dua tahun lalu Anda mengatakan PlayStation Portal akan menjadi salah satu aksesori gaming favorit saya dekade ini, saya tidak akan percaya.”
Evolusi dari Remote Play ke Cloud Streaming
Wood awalnya meragukan fungsi remote play PlayStation Portal. Baginya, jika ingin bermain PS5 di rumah, ia cukup menyalakan konsol utama. Fitur remote play, yang hanya bisa beroperasi melalui internet ke konsol rumah atau di sekitar PS5, dirasa kurang memiliki kasus penggunaan yang kuat, terutama jika dibandingkan dengan perangkat seperti Nintendo Switch 2 yang tidak terikat batasan serupa.
Meskipun demikian, kualitas koneksi remote play pada umumnya sangat kuat. Tampilan dashboard PS5 memang terlihat sedikit low-res dan kurang fokus, namun pengalaman bermain game sebagian besar tetap terjaga. Catatan Mureks menunjukkan, peningkatan signifikan terjadi pada fitur cloud streaming melalui langganan PS Plus Premium.
Fitur cloud streaming inilah yang secara fundamental mengubah pandangan Wood terhadap PlayStation Portal. Selain menambah nilai yang sangat dibutuhkan pada tingkatan langganan tertinggi, fitur ini juga berarti pengguna tidak perlu menyalakan PS5 untuk memanfaatkan Portal secara penuh. “Ini jelas cara bermain favorit saya di perangkat ini,” ujar Wood.
Pengalaman Bermain Game Klasik dan Modern
Kemampuan untuk melakukan streaming game dari katalog PS Plus, atau judul-judul tertentu yang dimiliki, menjadi nilai tambah yang luar biasa. Wood sangat menikmati koleksi game klasik PS Plus belakangan ini.
- Soul Calibur 3: Dianggap sebagai salah satu game pertarungan terbaik di PS2, kini dapat dimainkan di perangkat portabel resmi dengan kualitas gambar yang sangat jernih.
- Ridge Racer Type 4: Game balap klasik yang juga memberikan pengalaman bermain yang menyenangkan.
- Tomb Raider Anniversary: Port yang luar biasa ini berjalan pada 60fps yang mulus, terasa sangat cocok dimainkan di layar kecil Portal dibandingkan dengan tampilan 4K.
Tidak hanya game klasik, Wood juga memanfaatkan Portal untuk judul-judul modern. Ia mendapatkan perangkat ini bersamaan dengan pembaruan “Spec 3” untuk Gran Turismo 7. Bermain balapan di DLC Power Pack baru, baik sebelum tidur, saat menunggu pengiriman, atau sambil memasak, menjadi pengalaman yang menyenangkan.
Kualitas cloud streaming di PS5 telah berkembang pesat sejak perilisan Portal. Meskipun kualitas gambar masih dapat bervariasi—Wood pernah mengalami koneksi terputus sepenuhnya saat bermain Honkai: Star Rail—secara keseluruhan, fitur ini memberikan pengalaman bermain yang andal sekitar 90% dari waktu.
Kritik dan Harapan Masa Depan
Meski puas, Wood masih memiliki beberapa kritik. Ia merasa desain perangkat ini sedikit “terkesan dibuat terburu-buru,” menyerupai tablet yang “terjepit di antara DualSense Wireless Controller yang terbelah dua.” Ia juga meragukan ketahanannya terhadap benturan ringan.
Daya tahan baterai juga menjadi poin utama yang disoroti. Mirip dengan DualSense itu sendiri, Wood merasa sulit mendapatkan lebih dari lima jam waktu bermain sebelum perlu mengisi daya, meskipun ini bisa bervariasi tergantung jenis game, fitur kontroler yang diaktifkan, dan tingkat kecerahan layar.
Terlepas dari kekurangan tersebut, Wood merasa senang bahwa Sony tidak mengabaikan PlayStation Portal seperti yang terjadi pada PSVR 2. Perusahaan telah berhasil meningkatkan pengalaman pengguna secara dramatis selama beberapa tahun terakhir. Kemampuan untuk menggunakan Portal lebih dari sekadar perangkat remote play telah meningkatkan nilainya secara eksponensial di mata Wood.
Ia menantikan pembaruan Portal di masa mendatang, terutama seiring dengan terus bertumbuhnya perpustakaan game retro di PS Plus.





