Teknologi

Samsung Perbarui Bixby dengan Fitur Baru Serupa Google Gemini, Dorong Daya Saing di Ekosistem AI

Samsung dikabarkan tengah mempersiapkan perombakan besar untuk asisten suara digitalnya, Bixby. Pembaruan ini akan membawa fitur-fitur yang sangat terinspirasi dari kemampuan kecerdasan buatan generatif, mirip dengan yang ditawarkan oleh Google Gemini.

Langkah ini diambil Samsung sebagai upaya untuk menjadikan Bixby lebih modern dan kompetitif di tengah dominasi platform AI seperti Gemini. Selama bertahun-tahun, Bixby yang terintegrasi dalam ekosistem Galaxy belum berhasil menarik perhatian pengguna secara signifikan karena kemampuannya yang relatif sederhana dibandingkan pesaing seperti Google Assistant atau Gemini.

Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id

Bocoran tampilan tangkapan layar terbaru menunjukkan kehadiran mode baru bernama Bixby Live serta gerakan baru bertajuk Circle to Ask. Fitur-fitur ini diyakini akan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan Bixby secara lebih intuitif dan kontekstual. Cara kerjanya mirip dengan Gemini yang mampu memahami konteks percakapan dan memberikan respons yang lebih cerdas, bukan sekadar mengaktifkan perintah dasar.

Fitur Circle to Ask berpotensi menjadi metode baru bagi pengguna untuk memicu Bixby dengan gestur tertentu, sementara Bixby Live diperkirakan akan menjadi antarmuka interaksi langsung yang lebih interaktif dengan asisten AI. Dengan desain seperti ini, Bixby terlihat sangat meniru pendekatan antarmuka generatif yang sebelumnya dipopulerkan oleh Google Gemini.

Kombinasi fitur baru ini mengindikasikan bahwa Samsung ingin mengubah Bixby dari sekadar asisten suara untuk perintah sederhana, seperti mengubah pengaturan perangkat, menjadi alat yang lebih pintar dalam menjawab pertanyaan atau memberikan informasi berdasarkan konteks yang lebih luas.

Perubahan ini terjadi di tengah persaingan teknologi asisten AI yang semakin sengit. Google telah memperluas kemampuan Gemini ke banyak perangkat Android, termasuk lini Galaxy. Menurut pantauan Mureks, Samsung menghadapi tantangan serius agar Bixby tetap relevan di pasar yang kompetitif ini.

Samsung juga telah menunjukkan upaya lain untuk meningkatkan kemampuan AI-nya. Sejak pembaruan One UI 8.5 yang sedang diuji coba, Samsung bereksperimen dengan mengintegrasikan teknologi AI pihak ketiga seperti Perplexity AI. Integrasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan Bixby dalam menjawab pertanyaan kompleks melalui data real-time dari web.

Strategi ganda ini mencerminkan keinginan Samsung untuk mempertahankan asistennya sendiri sekaligus mengejar kecanggihan yang ditawarkan oleh berbagai model AI generatif modern. Selain itu, Samsung juga telah mengintegrasikan kemampuan AI yang lebih luas dalam fitur Galaxy AI di berbagai perangkat Galaxy, termasuk ponsel kelas atas dan tablet. Galaxy AI mengombinasikan fitur pintar yang berjalan di atas One UI serta model AI yang mendukung pengalaman lebih cerdas dalam pencarian, produktivitas, maupun pemrosesan gambar.

Meskipun Samsung berupaya memperbarui Bixby dengan fitur serupa AI generatif, tantangan tetap besar mengingat dominasi Google Gemini di ranah Android dan perangkat Galaxy. Beberapa pengguna cenderung lebih memilih Gemini karena kemampuan luasnya dalam menjawab pertanyaan kompleks serta integrasi kuat dengan ekosistem pencarian Google.

Namun, dengan pendekatan baru yang membawa Bixby lebih dekat ke format interaksi generatif, termasuk antarmuka yang lebih modern dan responsif, Samsung berharap dapat menarik kembali minat pengguna yang sebelumnya mengabaikan asisten ini. Hal ini juga diharapkan dapat membantu mempertahankan loyalitas pada ekosistem Galaxy, terutama bagi pengguna yang menginginkan pengalaman AI terintegrasi langsung tanpa perlu beralih aplikasi.

Mureks