OpenAI secara resmi meluncurkan tab khusus bernama ChatGPT Health pada Sabtu, 10 Januari 2026. Fitur ini dirancang untuk menyediakan informasi seputar kebugaran dan nutrisi, merespons tren ratusan juta pengguna yang rutin mencari jawaban terkait isu kesehatan dan kebugaran setiap minggunya.
Namun, langkah OpenAI ini segera memicu kekhawatiran serius mengenai implikasi privasi data kesehatan pribadi dalam era kecerdasan buatan. Terlebih, ChatGPT Health memungkinkan koneksi dengan aplikasi kebugaran pihak ketiga seperti Fitbit atau Apple Health, yang berpotensi meningkatkan risiko pengumpulan data sensitif.
Pembaca dapat menelusuri artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Kesenjangan Hukum Privasi Data
Peluncuran ChatGPT Health mengangkat pertanyaan penting tentang bagaimana informasi kesehatan sensitif akan digunakan dan dijamin keamanannya. Isu ini makin mendesak mengingat maraknya pelanggaran data dan penyebaran misinformasi oleh AI saat ini.
Di Amerika Serikat, kerangka hukum privasi data belum sepenuhnya mencakup entitas teknologi seperti OpenAI. Andrew Crawford, penasihat senior untuk privasi dan data di Center for Democracy and Technology (CDT), menegaskan bahwa Undang-Undang Portabilitas dan Akuntabilitas Asuransi Kesehatan (HIPAA) hanya melindungi data yang dikelola penyedia layanan kesehatan dan perusahaan asuransi.
“Pengumuman OpenAI tentang ChatGPT Health berarti sejumlah perusahaan yang tidak terikat perlindungan privasi HIPAA akan mengumpulkan, membagikan, dan menggunakan data kesehatan masyarakat,” ujar Crawford.
Menurut catatan Mureks, setiap perusahaan menetapkan aturan sendiri tentang pengumpulan data. Kebijakan dan perlindungan data yang tidak memadai dapat membahayakan informasi kesehatan yang sangat sensitif milik pengguna.
Bukan Pengganti Dokter
Terlepas dari masalah privasi, isu penting lain adalah niat penggunaan layanan ini oleh masyarakat. OpenAI secara tegas menyatakan bahwa ChatGPT Health “tidak dimaksudkan untuk diagnosis atau perawatan.” Pernyataan ini menekankan bahwa fitur AI tersebut bukanlah pengganti konsultasi atau diagnosa medis profesional.






