Senin, 05 Januari 2026 – Pasar keuangan global diperkirakan akan terus diwarnai oleh tiga tren utama yang telah mendominasi sepanjang tahun 2025. Analisis terbaru dari kelompok investasi The Worker’s Advocate menyoroti pelemahan dolar Amerika Serikat (AS), daya tarik ekuitas Eropa dan Inggris, serta akselerasi booming kecerdasan buatan (AI) sebagai faktor-faktor kunci yang akan membentuk lanskap investasi di tahun 2026.
Pelemahan Dolar AS dan Dampaknya
The Worker’s Advocate memproyeksikan dolar AS akan melanjutkan tren pelemahannya. Faktor utama di balik prediksi ini adalah potensi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) serta ketidakpastian kebijakan yang persisten. “Saya memperkirakan pelemahan dolar AS yang berkelanjutan, karena pemotongan suku bunga The Fed dan ketidakpastian kebijakan yang persisten,” ujar analis dari The Worker’s Advocate. Kondisi ini, menurut mereka, akan menguntungkan saham-saham non-AS di pasar negara maju.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Pelemahan mata uang Paman Sam ini dapat membuka peluang bagi investor yang mencari diversifikasi di luar pasar domestik AS. Tim redaksi Mureks mencatat bahwa pergeseran sentimen terhadap dolar AS seringkali menjadi indikator penting bagi alokasi aset global, mendorong investor untuk mempertimbangkan pasar lain yang menawarkan potensi pertumbuhan lebih tinggi.
Ekuitas Eropa dan Inggris Tawarkan Nilai Menarik
Tren kedua yang disoroti adalah valuasi ekuitas di Eropa dan Inggris yang tetap menarik. Saham-saham di kedua kawasan ini dinilai menawarkan nilai dan imbal hasil yang kompetitif dibandingkan dengan saham-saham berkapitalisasi besar di AS. “Ekuitas Eropa dan Inggris tetap dihargai secara menarik, menawarkan nilai dan imbal hasil yang menarik dibandingkan dengan saham-saham berkapitalisasi besar AS,” demikian pandangan The Worker’s Advocate.
Investor yang mencari peluang di pasar yang undervalued mungkin akan menemukan Eropa dan Inggris sebagai pilihan yang menjanjikan. Analisis ini menunjukkan bahwa meskipun pasar AS sering menjadi fokus utama, ada potensi keuntungan signifikan di pasar-pasar negara maju lainnya yang saat ini mungkin kurang diperhatikan.
Akselerasi Booming Kecerdasan Buatan (AI)
Terakhir, The Worker’s Advocate melihat booming kecerdasan buatan (AI) akan semakin mengakselerasi di tahun 2026. Perkembangan pesat di sektor AI diperkirakan akan terus menciptakan berbagai peluang investasi. “Saya melihat booming AI juga akan mengakselerasi, dengan sejumlah cara berbeda untuk memanfaatkannya,” kata analis tersebut.
Sektor AI telah menjadi salah satu pendorong utama inovasi dan pertumbuhan di pasar teknologi. Menurut Mureks, investasi di bidang ini tidak hanya terbatas pada perusahaan pengembang AI murni, tetapi juga mencakup perusahaan yang mengadopsi teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi dan menciptakan produk baru. Ini membuka spektrum luas bagi investor untuk berpartisipasi dalam pertumbuhan sektor ini.
The Worker’s Advocate, yang telah berkecimpung di Layanan Keuangan sejak 2008, menekankan pentingnya strategi investasi yang berfokus pada kualitas, diversifikasi, penambahan aset pada waktu yang tepat, dan pandangan jangka panjang. Pendekatan ini diharapkan dapat membantu investor menavigasi pasar yang dinamis di tahun 2026.






