The Elder Scrolls Online (ESO) telah merilis peta jalan (roadmap) ambisius untuk tahun 2026, menandai perubahan signifikan dari model ekspansi tahunan yang selama ini dianut. Pengumuman ini juga mengungkapkan adopsi sistem Battle Pass, sebuah langkah yang disebut pengembang sebagai “kunci” masa depan MMO tersebut.
Sebelumnya, pada tahun lalu, Direktur The Elder Scrolls Online, Rich Lambert, telah mengisyaratkan kemungkinan timnya untuk meninggalkan formula ekspansi demi pembaruan yang lebih kecil. Kini, melalui akun Twitter resmi The Elder Scrolls Online, diumumkan bahwa Musim 0 (Season 0) game akan dimulai tahun ini, dengan peta jalan yang merinci rencana sepanjang 2026.
Ikuti artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Pergeseran Model Bisnis dan Konten Baru
Pembaruan yang direncanakan mencakup penyegaran kelas karakter untuk “memodernisasi kemampuan,” pembaruan PvP, serta sejumlah trial, dungeon, dan misi baru. Namun, di balik daftar pembaruan tersebut, terselip pengumuman mengenai penambahan sistem Battle Pass yang akan hadir dengan “Tamriel Tomes.” Hingga saat ini, detail konten spesifik dari Battle Pass tersebut masih belum dikonfirmasi.
Tim pengembang berencana merilis tiga musim sepanjang tahun 2026. Seiring dengan konten baru, konten DLC lama seperti Greymoor, Dark Brotherhood, Thieves Guild, dan Imperial City akan diintegrasikan ke dalam game dasar untuk semua pemain.
Terkait perubahan ini, tim pengembang menegaskan komitmen mereka. “Fokus pada game dasar, transparansi, dan mendengarkan umpan balik Anda ini bukan hanya tujuan sementara, ini adalah fondasi pendekatan baru kami dan kunci masa depan ESO. Dengan membangun dekade ESO berikutnya bersama Anda, kami dapat menjadikannya yang terbaik,” demikian pernyataan resmi tim.
Skeptisisme di Balik Perubahan Besar
Pantauan Mureks mencatat, keputusan ini memicu skeptisisme di kalangan pengamat industri, terutama mengingat posisi ZeniMax Online di bawah payung Microsoft. Kekhawatiran ini muncul setelah pembatalan mendadak proyek MMO bergaya Destiny, Project Blackbird, pada Juli lalu sebagai bagian dari gelombang PHK Microsoft. Proyek tersebut dilaporkan sangat disukai oleh Phil Spencer, kepala Xbox, sebelum akhirnya dihentikan.
Sejumlah analis menafsirkan langkah ini sebagai upaya pengembang untuk menyelamatkan game dengan sudut monetisasi baru, meskipun secara resmi disebut sebagai keinginan tulus untuk meninggalkan formula ekspansi. Namun, tim redaksi Mureks juga memahami bahwa perubahan ini bisa jadi merupakan upaya strategis untuk menjaga relevansi dan keberlanjutan game dalam jangka panjang.






