Aktor Arya Saloka membuat gebrakan di awal tahun 2026 dengan debutnya dalam genre laga melalui Vidio Original Series berjudul Algojo. Dalam sebuah acara screening dan konferensi pers yang digelar di Gandaria City XXI pada Kamis, 8 Januari 2026, Arya Saloka membeberkan transformasi fisik dan mental yang harus ia jalani demi perannya.
Algojo digadang-gadang sebagai salah satu produksi action terbesar Vidio, menyajikan delapan episode yang menggambarkan kerasnya kehidupan Jakarta serta konflik moral yang mendalam. Kehadiran Arya Saloka dalam serial ini menarik perhatian, mengingat ia selama ini dikenal melalui peran-peran drama yang menguras emosi.
Artikel informatif lainnya dapat dibaca melalui Mureks. mureks.co.id
Transformasi Drastis untuk Karakter Zar
Dalam serial ini, Arya Saloka memerankan karakter Zar, seorang “anjelo” atau pengantar dan penjemput pekerja seks yang menjalani hidup sederhana di pinggiran kota. Kehidupan Zar berubah drastis ketika ayahnya tanpa sengaja menjadi saksi pembunuhan, yang kemudian mengancam keselamatan keluarganya. Arya menjelaskan bahwa Zar bukanlah sosok pahlawan tanpa cela, melainkan manusia biasa yang terpaksa membuat keputusan sulit di lingkungan yang keras.
Salah satu tantangan terbesar bagi Arya adalah perubahan fisik yang ekstrem. Sutradara Rahabi Mandra secara khusus meminta Arya untuk menurunkan berat badan secara signifikan. “Permintaan khusus dari Rahabi adalah saya harus kurus. Jadi kalau enggak salah kurang lebihnya 14 kilo,” ujar Arya Saloka saat konferensi pers. Proses penurunan berat badan ini dilakukan dengan disiplin ketat, meliputi pengaturan pola makan dan latihan fisik intensif, demi menghadirkan karakter Zar yang otentik dan meyakinkan di layar.
Syuting Penuh Tantangan di Bulan Ramadan
Tantangan Arya tidak berhenti pada transformasi fisik. Proses syuting Algojo sebagian besar berlangsung selama bulan Ramadan, termasuk adegan-adegan laga berat yang sangat menguras tenaga. “Iya di bulan puasa banyak sekali adegan fighting-nya, khususnya final battle sama Randy,” ungkap Arya Saloka, merujuk pada lawan mainnya, Randy Pangalila.
Selain kelelahan fisik, Arya juga dituntut untuk mempertahankan konsentrasi emosional yang tinggi. Ia memandang adegan pertarungan dalam Algojo bukan sekadar koreografi, melainkan refleksi dari konflik batin karakter Zar yang terus-menerus tertekan oleh keadaan. Dalam ringkasan Mureks, kompleksitas ini menjadi inti dari kedalaman cerita Algojo.
Kepercayaan Sutradara dan Kedewasaan Berakting
Meski melalui proses yang berat, Arya Saloka mengaku bersyukur atas kepercayaan besar yang diberikan oleh tim produksi dan sutradara Rahabi Mandra. Kerja sama mereka bukanlah hal baru, yang membuat Arya merasa aman dan memahami visi sutradara. “Sama Rahabi sebenarnya udah lama sekali dari 2015. Jadi udah tau pemikiran dia, udah tahu ini akan jadi seperti apa per adegannya,” jelasnya.
Proyek Algojo ini disebut Arya sebagai pengalaman yang membuka perspektif baru dalam kariernya. Melalui serial ini, Arya Saloka tidak hanya menjajal genre baru, tetapi juga menunjukkan kedewasaan sebagai aktor yang berani keluar dari zona nyamannya, membuktikan kemampuannya dalam peran-peran yang lebih menantang.





