Spekulasi dan teori penggemar memanas menjelang rilis One Piece chapter 1171, terutama terkait pertempuran epik yang mengguncang Marijoa, markas suci Pemerintah Dunia. Di antara berbagai konflik pasca-insiden Egghead, duel antara Sabo dan Gorosei Warcury menjadi sorotan utama. Pertarungan ini tidak hanya mempertaruhkan kekuatan, melainkan juga berpotensi mengubah sejarah Abad Kekosongan.
Menurut teori terbaru yang beredar luas di komunitas One Piece, Sabo, Kepala Staf Pasukan Revolusi, berhasil mengaktifkan kembali awakening Api Birunya. Kekuatan ini didukung oleh aura angin legendaris dari Monkey D. Dragon, pemimpin Pasukan Revolusi sekaligus ayah angkat Luffy. Kombinasi elemen alam ini disebut-sebut bukan sekadar serangan biasa, melainkan pukulan telak yang mampu melukai salah satu makhluk tertua dan terkuat di dunia, Gorosei Warcury.
Liputan informatif lainnya tersedia di Mureks. mureks.co.id
Duel di Puncak Kekuasaan: Sabo dan Dragon vs. Gorosei Warcury
Sejak awal pertempuran di Marijoa, Sabo harus menghadapi Warcury, salah satu dari Lima Tetua (Gorosei) yang usianya mencapai ratusan tahun. Warcury dikenal memiliki kulit sekeras logam langka, menjadikannya lawan yang nyaris tak terkalahkan. Serangan api biasa Sabo, bahkan dengan teknik Mera Mera no Mi yang telah dikuasainya sejak War of the Best, tidak mampu menembus pertahanan Warcury.
Namun, dinamika pertarungan berubah drastis ketika Monkey D. Dragon turun tangan. Dragon dikabarkan menyalurkan aura anginnya ke Sabo, menciptakan sinergi mematikan. Dalam dunia One Piece, kombinasi angin dan api telah terbukti sangat destruktif, seperti yang pernah ditunjukkan oleh Ace dan Smoker, atau bahkan dalam legenda kuno. Sinergi ini tidak hanya meningkatkan suhu api, tetapi juga memperluas jangkauan dan daya tembus serangan, memungkinkan Sabo menembus pertahanan absolut Warcury.
Awakening Api Biru dan Luka Historis Warcury
Momen puncak terjadi ketika Sabo mengaktifkan awakening Api Birunya, sebuah teknik langka yang pertama kali terlihat di Pertempuran Onigashima. Kali ini, Api Biru tidak hanya membakar, tetapi juga menghancurkan struktur pertahanan Warcury hingga membuatnya terlempar menabrak bangunan suci Marijoa. Luka bakar yang ditimbulkan begitu parah hingga Warcury mengalami kilas balik ke Abad Kekosongan, masa 800 tahun lalu yang dilarang disebut dalam sejarah resmi.
Yang paling mengejutkan, Mureks mencatat bahwa Warcury mengakui, “ini pertama kalinya dalam ratusan tahun ia merasakan sakit akibat luka bakar.” Pengakuan ini mengindikasikan betapa langkanya insiden tersebut dan betapa dahsyatnya kekuatan gabungan Sabo dan Dragon. Luka pada Warcury bukan hanya cedera fisik, melainkan juga simbol kerentanan yang belum pernah terlihat pada salah satu penguasa tertinggi Pemerintah Dunia.
Perkembangan krusial ini tidak hanya memengaruhi pertempuran di Marijoa, tetapi juga berpotensi memicu perubahan besar dalam narasi One Piece, terutama terkait misteri Abad Kekosongan dan peran Pasukan Revolusi dalam mengungkap kebenaran dunia.






