Teknologi

Samsung Diprediksi Pertahankan Harga Galaxy S26, Z Fold8, dan Z Flip8 di Tengah Kenaikan Biaya

Menjelang peluncuran resmi jajaran ponsel flagship terbaru Samsung pada tahun 2026, bocoran harga untuk seri Galaxy S26 serta perangkat lipat Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 telah beredar. Informasi ini mengindikasikan bahwa Samsung berencana mempertahankan banderol harga yang kompetitif, meskipun sejumlah komponen mengalami peningkatan biaya produksi global.

Mengutip laporan GSM Arena, berdasarkan bocoran dari tipster Ice Universe, Samsung berencana mempertahankan harga Galaxy S26 series serta Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 pada level yang sama dengan generasi sebelumnya. Strategi ini diambil di tengah tekanan biaya komponen global, seperti RAM dan chipset, yang berpotensi mendorong kenaikan harga di pasar smartphone flagship.

Baca artikel informatif lainnya di Mureks melalui laman mureks.co.id.

Model utama dari jajaran flagship Samsung tahun 2026, yaitu Galaxy S26, Galaxy S26 Plus, dan Galaxy S26 Ultra, diperkirakan akan diluncurkan dengan harga yang tidak jauh berbeda dari seri Galaxy S25 sebelumnya. Di Amerika Serikat (AS), Samsung Galaxy S26 varian dasar diprediksi dibanderol mulai USD799 (sekitar Rp13,4 juta), Galaxy S26+ sekitar USD999 (sekitar Rp16,7 juta), dan Galaxy S26 Ultra sekitar USD1.299 (sekitar Rp21,8 juta).

Harga tersebut hampir identik dengan pendahulunya, menunjukkan bahwa Samsung memilih untuk mempertahankan harga demi daya saing pasar. Langkah ini dinilai penting, terutama dalam menghadapi strategi harga agresif dari pesaing seperti Apple. Mureks mencatat bahwa keputusan ini juga memberi sinyal bahwa peningkatan fitur dan spesifikasi dapat tetap dilakukan tanpa membebani konsumen dengan lonjakan harga signifikan.

Untuk lini smartphone lipat, Samsung diprediksi akan mempertahankan harga Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 di level serupa pendahulu mereka. Samsung Galaxy Z Fold8 diperkirakan akan dipasarkan mulai sekitar USD1.999 (sekitar Rp33,5 juta), sama seperti Z Fold7. Sementara itu, Samsung Galaxy Z Flip8 berpotensi dibanderol sekitar USD1.099 (sekitar Rp18,4 juta), setara dengan Z Flip7.

Harga yang stabil ini dianggap sebagai kabar baik bagi penggemar perangkat lipat Samsung. Dengan strategi harga demikian, Samsung berupaya menjaga daya tarik produk foldable di tengah persaingan yang kian sengit, terutama saat biaya produksi naik akibat fluktuasi harga komponen seperti memori dan proses manufaktur canggih.

Bocoran lain mengungkap bahwa Samsung akan meluncurkan Galaxy S26 series pada tanggal 25 Februari 2026 dalam sebuah acara di San Francisco, AS, dengan penjualan awal berpotensi dimulai pada awal bulan Maret. Sementara itu, perangkat foldable seperti Galaxy Z Fold8 dan Galaxy Z Flip8 diperkirakan akan hadir sekitar bulan Juli 2026, sesuai dengan pola peluncuran perangkat lipat Samsung di tahun sebelumnya.

Keputusan Samsung untuk tidak menaikkan harga di tengah tekanan biaya produksi menunjukkan fokus perusahaan untuk menghadirkan nilai konsumen yang kuat sekaligus mempertahankan pangsa pasar di segmen flagship dan foldable. Menurut Mureks, hal ini juga dapat berdampak positif pada strategi pemasaran Samsung di berbagai pasar global, termasuk Indonesia, meskipun harga nasional bisa berbeda karena faktor kurs dan pajak impor.

Bagi konsumen, strategi harga ini berarti lebih banyak opsi flagship dengan harga lebih stabil, tanpa perlu membayar lebih hanya karena tren kenaikan biaya komponen. Kombinasi harga yang konsisten dan peningkatan fitur di lini Galaxy S26 serta perangkat lipat generasi terbaru ini dapat memperkuat posisi Samsung di tengah persaingan yang kian ketat dengan merek lain, terutama Apple dan sejumlah merek asal Tiongkok yang juga agresif di segmen premium.

Mureks