PSSI resmi membuka lembaran baru dalam sejarah sepak bola nasional. Pada Sabtu, 3 Januari 2026, John Herdman dikukuhkan sebagai pelatih kepala anyar Timnas Indonesia, menggantikan Patrick Kluivert yang dinilai gagal membawa progres signifikan. Keputusan ini bukan sekadar pergantian pelatih, melainkan sinyal kuat bahwa Indonesia serius mengejar level kompetitif di kancah Asia dan global.
Rekam Jejak Gemilang John Herdman
Herdman datang dengan reputasi internasional yang sulit ditandingi. Ia merupakan satu-satunya pelatih di dunia yang pernah membawa tim nasional putra dan putri ke Piala Dunia FIFA. Pelatih asal Inggris ini sukses mengantar Kanada putra lolos ke Piala Dunia 2022 setelah 36 tahun absen, sekaligus meraih dua medali perunggu Olimpiade bersama tim putri Kanada.
Simak artikel informatif lainnya di Mureks. mureks.co.id
Tantangan besar menanti Herdman di kursi kepelatihan Garuda, termasuk FIFA Series Maret 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan Piala AFF Juli 2026. Untuk itu, Herdman membutuhkan pemain berkualitas, bermental kuat, dan mampu beradaptasi dengan filosofi permainan modern yang akan ia terapkan.
Filosofi Permainan dan Kebutuhan Timnas
John Herdman dikenal sebagai pelatih yang mengutamakan struktur, disiplin taktik, dan pemain serba bisa. Ia kerap membangun tim berbasis kerja kolektif, intensitas tinggi, dan transisi cepat, bukan hanya mengandalkan individu.
Dalam konteks Timnas Indonesia, Herdman membutuhkan:
- Pemain fleksibel yang bisa bermain di beberapa posisi.
- Gelandang pengatur tempo dengan visi matang.
- Penyerang kreatif yang bisa menciptakan peluang di ruang sempit.
Ketiga kebutuhan ini, menurut Mureks, secara mengejutkan terpenuhi oleh pemain Persib Bandung, sebuah indikasi bahwa potensi lokal mulai menyatu dengan standar global.
Tiga Pilar Persib yang Jadi Prioritas
Dalam proses seleksi pemain, klub-klub Liga 1 menjadi sumber utama, khususnya Persib Bandung yang merupakan salah satu tim paling konsisten musim ini. Dari skuad Maung Bandung, tiga nama menonjol karena profil taktis, pengalaman, dan potensi internasional mereka. Ketiga pemain tersebut adalah Eliano Reijnders, Thom Haye, dan Beckham Putra.
1. Eliano Reijnders: Fleksibilitas Taktis untuk Fondasi Garuda
Eliano Reijnders, gelandang berusia 25 tahun, memiliki fleksibilitas posisi yang tinggi. Ia mampu bermain sebagai gelandang serang, sayap, atau bahkan bek sayap. Pemain naturalisasi asal Belanda yang sebelumnya memperkuat PEC Zwolle ini telah tampil dalam 20 laga di semua kompetisi musim ini.
Meskipun belum mencetak gol, kontribusi Reijnders tak terukur dengan angka. Ia dikenal sebagai “pemain sistem” yang tidak mencari sorotan, namun selalu berada di tempat yang tepat untuk menjaga keseimbangan tim. Kemampuannya ini sangat cocok dengan filosofi Herdman yang mengutamakan kerja kolektif dan disiplin taktik.
Selain Reijnders, nama Thom Haye dan Beckham Putra juga disebut-sebut sebagai pemain Persib yang layak menjadi pilar Garuda di era kepelatihan John Herdman.






