Jumat, 09 Januari 2026 – Proses menyewa mobil seringkali dianggap sebatas formalitas penyerahan kunci dan pengembalian kendaraan. Namun, di balik perjanjian tertulis, terdapat serangkaian etika tak tertulis yang krusial untuk dipatuhi penyewa guna memastikan kelancaran transaksi dan menghindari potensi kerugian bagi pemilik armada.
Rizal, pemilik Boavista Rent Car, menyoroti bahwa etika penyewa memiliki dampak signifikan terhadap kondisi kendaraan dan keberlangsungan bisnis rental. Menurutnya, permasalahan yang kerap muncul bukan berasal dari kerusakan besar, melainkan dari hal-hal kecil yang seringkali dianggap remeh oleh para penyewa.
Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id
“Banyak penyewa merasa mobil rental itu bebas diperlakukan apa saja karena bukan milik pribadi. Padahal, ada etika yang seharusnya dijaga supaya sama-sama nyaman,” kata Rizal kepada tim redaksi Mureks.
Penggunaan Sesuai Peruntukan dan Kebersihan Kendaraan
Salah satu etika tak tertulis yang paling fundamental adalah menggunakan mobil sesuai peruntukannya. Mobil rental harian, misalnya, tidak seharusnya dipakai untuk aktivitas ekstrem seperti off-road, membawa muatan berlebih, atau dipacu secara agresif. Tindakan semacam itu berisiko mempercepat kerusakan komponen dan mengurangi usia pakai kendaraan secara signifikan.
Selain itu, menjaga kebersihan mobil juga merupakan etika penting yang sering terabaikan. Rizal menyebutkan, mengembalikan mobil dalam kondisi sangat kotor, penuh sampah, atau berbau menyengat seringkali menyulitkan pemilik. Hal ini karena membutuhkan waktu dan biaya tambahan untuk proses pembersihan.
“Minimal dikembalikan dalam kondisi wajar. Kalau dipakai perjalanan jauh dan kotor, setidaknya ada niat untuk membersihkan,” ujarnya, menekankan pentingnya kesadaran penyewa.
Ketepatan Waktu dan Tanggung Jawab Penyewa
Aspek lain yang tak kalah penting adalah mengembalikan mobil tepat waktu. Keterlambatan tanpa pemberitahuan sebelumnya tidak hanya berpotensi dikenai denda, tetapi juga dapat mengganggu jadwal penyewa berikutnya. Apabila terjadi kendala di perjalanan, Mureks mencatat bahwa penyewa sebaiknya segera menghubungi pihak rental untuk mencari solusi terbaik.
Rizal juga mengingatkan agar penyewa tidak meminjamkan mobil kepada pihak lain tanpa izin pemilik. Meskipun terlihat sepele, tindakan ini berkaitan erat dengan aspek tanggung jawab dan risiko yang mungkin timbul, seperti pelanggaran lalu lintas atau kecelakaan di luar kendali penyewa utama.
Hindari Modifikasi dan Jujur Terhadap Insiden
Penyewa juga sangat diharapkan tidak melakukan modifikasi atau perubahan apa pun pada mobil. Ini termasuk melepas aksesori, mengganti lampu, menambahkan stiker, atau mengubah setelan kendaraan tanpa sepengetahuan pemilik. Perubahan semacam itu kerap menimbulkan masalah saat mobil dikembalikan dan diperiksa.
Terakhir, kejujuran dan keterbukaan menjadi kunci apabila terjadi insiden selama masa sewa, sekecil apa pun kerusakannya. Menyembunyikan baret, penyok ringan, atau suara tidak normal justru berpotensi memperbesar masalah saat pemeriksaan akhir dilakukan.
“Kalau ada apa-apa, sampaikan sejak awal. Biasanya bisa dibicarakan baik-baik. Yang jadi masalah itu kalau tidak jujur,” tegas Rizal.
Perhatikan Ketentuan Bahan Bakar dan Manfaat Etika Baik
Etika lain yang sering terlupakan adalah memperhatikan ketentuan bahan bakar. Banyak penyedia jasa rental mobil menetapkan bahwa mobil harus dikembalikan dengan kondisi bahan bakar yang sama seperti saat diterima. Ketidaksesuaian dalam hal ini kerap memicu kesalahpahaman antara penyewa dan pemilik.
Dengan mematuhi serangkaian aturan tak tertulis ini, penyewa tidak hanya terhindar dari potensi denda atau konflik, tetapi juga turut menjaga kualitas armada rental. Pada akhirnya, etika yang baik akan membangun hubungan saling percaya antara penyewa dan pemilik mobil, menciptakan pengalaman menyewa kendaraan yang lebih aman dan nyaman bagi semua pihak.






