Nasional

Tawa Anak-anak dan Roda Sepeda: Ragunan Jadi Saksi Perayaan Sederhana Keluarga Sambut Hari Pertama 2026

Kamis, 1 Januari 2026, Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta Selatan dipenuhi ribuan pengunjung yang memilih merayakan hari pertama tahun baru dengan cara sederhana. Sejak pagi, area hijau ini menjelma menjadi ruang perayaan, bukan dengan kembang api, melainkan tawa anak-anak, derit roda sepeda, dan tatapan penasaran ke balik jeruji kandang satwa.

Arus pengunjung mengalir dalam berbagai ritme. Ada yang mengayuh sepeda, melaju perlahan dengan motor listrik, atau berjalan kaki sambil menikmati teduhnya kanopi daun. Sesekali, mobil buggy melintas, membelah lautan manusia yang memilih berjalan santai. Di sudut-sudut lain, tikar-tikar dibentangkan, bekal dibuka, botol minum dioper, dan tawa anak-anak menyelip di antara desir angin, demikian pantauan Mureks di lokasi.

Simak artikel informatif lainnya di Mureks melalui mureks.co.id.

Daya Tarik Jam Makan Satwa

Menjelang tengah hari, perhatian pengunjung mulai mengerucut pada jam makan satwa yang menjadi magnet utama. Pukul 12.00 WIB, kandang buaya dipadati penonton. Air yang semula tenang mendadak beriak, memancing kamera ponsel terangkat. Suara orang tua mengingatkan anak-anak untuk tidak terlalu mendekat.

Tak jauh dari sana, Harimau Sumatera bergerak sunyi, menelusuri kandang untuk menemukan daging yang disembunyikan di balik tumpukan hiasan. Naluri liar hewan buas ini dipertontonkan dengan cara yang tertib, menjadi tontonan edukatif bagi para pengunjung.

Kisah Keluarga dari Cibitung dan Bogor

Di antara kerumunan tersebut, Kiki (34) dari Cibitung berdiri menimang anaknya yang masih berusia 1,5 tahun. Wajah sang anak bergerak lincah, matanya mengikuti setiap gerak satwa. Bagi Kiki, Ragunan bukan sekadar tujuan liburan, melainkan ruang belajar pertama bagi buah hatinya.

“Dari Cibitung, naik motor bertiga sama anak,” kata Kiki di lokasi. Ia dan keluarganya datang sejak pukul 10.00 WIB. Kiki mengaku sudah meniatkan diri untuk berkunjung ke Ragunan di hari pertama tahun 2026, sekadar untuk mengenalkan macam-macam satwa ke sang anak.

“Iya lihat lihat binatang dia ini, emang sengaja ke sini buat anak. Buat ngenalin binatang ke dia,” ucap Kiki.

Keramaian menjadi konsekuensi libur tahun baru. Di gerbang, antrean masuk mengular dari luar pintu masuk menuju tempat wisata itu. “Macet, macet banget pas pintu masuk,” keluhnya.

Kiki mengakui Ragunan bukan tempat asing baginya, namun kali ini terasa berbeda karena padatnya pengunjung di puncak hari libur ini. “Saya sudah lama nggak ke Ragunan, ini baru ke sini lagi setelah punya anak, tapi (dulu) nggak seramai ini, mungkin ini emang karena liburan tahun baru ya,” ujarnya.

Tak jauh dari Kiki, Saipuloh (36) asal Bogor berdiri bersama istri dan anaknya yang masih PAUD. Mereka menepi sejenak, memberi ruang bagi anaknya untuk mengamati kandang. Baginya, Ragunan adalah cara sederhana mengisi libur sekolah.

“Ya bisa aja sekalian anak ngajak liburan, mumpung libur sekolah. Terus sekalian, ya liburan aja lah,” kata Saipuloh.

Soal pilihan destinasi, Saipuloh punya pertimbangannya sendiri. Ia menyebut sudah pernah ke tempat wisata serupa. “Oh, udah pernah. Ini ke sini aja belum ini. Belum,” ujarnya.

Saipuloh juga sudah mengenal jadwal atraksi pemberian makan satwa. Di hari itu, ia berharap bisa melihat sebanyak mungkin. “Semuanya semua kalau bisa mah lihat semua semua jenis binatang yang ada di sini,” katanya.

Ragunan, menurutnya, punya keunggulan tersendiri. Ia menilai kawasan tersebut memiliki ruang hijau yang lebih besar dibandingkan tempat lain. “Oh beda. Salah satunya di sini tempatnya juga agak ini juga rimbun ya, enak. Lebih rimbunan di sini, tempatnya adem,” ucapnya, membandingkan dengan kebun binatang lain.

Di Ragunan, tahun baru dimulai di jam makan satwa, di antara sorak kecil anak-anak, desas-desus langkah kaki, dan tatapan yang belajar menghargai jarak. Di balik kandang, naluri tetap bekerja. Di luar pagar, keluarga-keluarga mengikat kenangan, menyambut 2026 dengan cara yang sederhana.

Mureks