Teknologi

Tanpa Ponsel dan Layar: Pengalaman Revolusioner Membeli Kopi dengan Kacamata AI Rokid di CES 2026

Di tengah hiruk pikuk pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026, di mana janji-janji masa depan seringkali hanya terpampang di layar, sebuah pengalaman tak terduga berhasil menarik perhatian. Bukan presentasi megah, melainkan demonstrasi fungsionalitas yang mulus dari kacamata pintar terbaru Rokid.

Penulis, Roland Hutchinson, diberikan sepasang kacamata Rokid Ai Glasses Style dan diminta untuk memesan minuman. “Cukup pesan dan bayar dengan kacamata,” ujarnya menirukan instruksi yang diberikan. Dan itulah yang ia lakukan.

Mureks juga menyajikan berbagai artikel informatif terkait. mureks.co.id

Membeli Kopi Tanpa Genggaman Ponsel

Konter kopi di stan Rokid tampak seperti kafe pop-up CES pada umumnya. Sambil mengenakan Ai Glasses Style, penulis memesan minumannya melalui interaksi suara. “Hi Rokid, pay for my coffee,” ucapnya. Pengalaman ini dirancang minimalis: tidak ada overlay visual (kecuali jika mengenakan versi AR/HUD dari kacamata tersebut), tidak ada layar konfirmasi yang melayang di depan mata. Hanya sebuah perintah audio singkat yang mengonfirmasi detail pesanan.

Yang langsung terasa adalah betapa normalnya pengalaman tersebut. Ini terasa lebih dekat dengan berbicara kepada seseorang di sebelah dan mengangguk setuju. Kacamata itu tidak menuntut perhatian, melainkan tetap berada di latar belakang, bekerja secara intuitif. Mureks mencatat bahwa pendekatan ini menekankan integrasi teknologi ke dalam kehidupan sehari-hari tanpa mengganggu.

Pembayaran Bebas Genggam, Bebas Ponsel

Untuk menyelesaikan pembelian, penulis mengonfirmasi pembayaran langsung melalui kacamata. Tidak ada pergantian aplikasi, tidak ada gerakan canggung. Setelah konfirmasi “voiceprint” miliknya, transaksi selesai. Barista menyerahkan kopi. Sesederhana itu.

Pengalaman ini terasa sangat tanpa gesekan. Kacamata pintar telah mampu menampilkan berbagai hal selama bertahun-tahun. Namun, yang sulit mereka lakukan adalah menggantikan tindakan sehari-hari dengan cara yang terasa lebih mudah daripada mengeluarkan ponsel. Nuansa inilah yang penting. Ini menunjukkan bahwa Rokid tidak mengejar hal baru, melainkan pembentukan kebiasaan.

Ai Glasses Style: Dirancang untuk Tidak Mengganggu

Setelah mengenakan Ai Glasses Style untuk beberapa saat, penulis berhenti memikirkannya. Dengan berat 38,5 gram, kacamata ini terasa lebih mirip kacamata biasa. Tidak ada layar, yang pada awalnya terdengar seperti batasan. Namun, tanpa overlay visual yang bersaing untuk mendapatkan perhatian, interaksi menjadi berbasis suara dan didorong oleh niat.

Membayar kopi adalah salah satu tindakan paling biasa yang bisa dibayangkan. Jika kacamata AI dapat menanganinya dengan lancar, secara sosial, dan tanpa keributan, maka mereka tidak lagi bersifat eksperimental. Menurut Mureks, ini adalah bukti kematangan teknologi yang sesungguhnya.

Berlalu dengan Kopi dan Sebuah Pertanyaan

Saat penulis berjalan menjauh dari stan, kopi di tangan, ia menyadari bahwa ia tidak memikirkan spesifikasi, model AI, atau ekosistem. Ia berpikir: “Apakah saya akan melakukan ini lagi besok?” Dan jawaban jujurnya adalah ya. Bukan karena terasa mengesankan, tetapi karena tidak terasa seperti apa-apa sama sekali. Itu mungkin demo kacamata AI paling meyakinkan yang pernah ia lihat di CES 2026.

Mureks