Cisarua, Mureks – Taman Safari Indonesia (TSI) di Cisarua, Bogor, Jawa Barat, mengumumkan kabar gembira terkait perkembangan bayi panda raksasa bernama Satrio Wiratama, atau akrab disapa Rio. Di usianya yang ke-40 hari, Rio menunjukkan pertumbuhan yang sangat sehat dan pesat, menjadi sorotan dalam upaya konservasi panda di Indonesia.
Pengumuman ini disampaikan melalui rilis video pada Selasa (6/1), yang memperlihatkan momen pemeriksaan perdana Rio di luar inkubator. Dokter hewan TSI melakukan pengukuran untuk memantau progres pertumbuhannya, dari seekor bayi kecil berwarna merah muda hingga kini berbulu hitam dan putih yang khas.
Artikel informatif lainnya tersedia di Mureks melalui laman mureks.co.id.
Bongot Huaso Mulia, dokter hewan yang secara intensif memantau perkembangan Rio, mengungkapkan kepuasannya. “Anak panda ini berkembang dengan sehat dan tumbuh dengan sangat baik. Berat badannya meningkat 46% selama 30 hari terakhir, sementara panjang tubuhnya meningkat 95%,” ujar Mulia.
Perjalanan Konservasi dan Kelahiran Rio
Rio lahir pada 27 November 2025 dari pasangan panda raksasa Hu Chun, panda betina berusia 15 tahun, dan Cai Tao, panda jantan. Kedua induk panda ini tiba di Indonesia pada tahun 2017 sebagai bagian dari kerja sama konservasi selama 10 tahun dengan Tiongkok, dan menempati kandang khusus di taman yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Jakarta.
Kelahiran Rio menjadi pencapaian signifikan karena merupakan hasil dari inseminasi buatan keempat yang berhasil dilakukan. “Jadi kami mencoba perkawinan alami empat kali terlebih dahulu, diikuti oleh empat putaran inseminasi buatan. Itu benar-benar tidak mudah,” jelas Mulia, menggambarkan tantangan dalam proses perkembangbiakan panda.
Panda raksasa dikenal sebagai maskot tidak resmi Tiongkok dan seringkali dipinjamkan ke kebun binatang di luar negeri sebagai instrumen diplomasi lunak Beijing. Hewan ini memiliki kesulitan dalam berkembang biak, sehingga setiap kelahirannya selalu disambut dengan sukacita besar. Mureks mencatat bahwa populasi panda raksasa di habitat liar mereka di provinsi Sichuan, Shaanxi, dan Gansu, Tiongkok, kini kurang dari 1.900 individu.
Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia, Wang Lutong, turut menyampaikan kebahagiaannya atas kelahiran Rio. “Ini adalah momen yang telah kami tunggu-tunggu. Setelah bertahun-tahun bekerja keras, akhirnya kami mendapatkannya. Bayi panda, bergabung dengan keluarga panda global,” kata Wang Lutong, menegaskan pentingnya kelahiran ini bagi konservasi global.
Referensi penulisan: koran-jakarta.com






